Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

BTN Targetkan Pengajuan KPR Tembus Rp 3 Triliun di IPEX ke 38

Iwan Supriyatna

Jum'at, 21 Februari 2020 | 06:21 WIB
BTN Targetkan Pengajuan KPR Tembus Rp 3 Triliun di IPEX ke 38
Ilustrasi properti. (Sumber: inapex.co.id)

Suara.com - PT Adhouse Clarion Events kembali menggelar pameran Indonesia Properti Expo yang diselenggarakan pada 15-23 Februari 2020 di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Pameran properti ini merupakan gelaran ke 38 kalinya dan didukung oleh Kementerian BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, DPD REI DKI Jakarta dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, sebagai Official Bank Partner.

"Pada tahun ini Indonesia Properti Expo percaya mampu untuk mengembalikan pasar properti yang sempat lesu beberapa tahun lalu," kata Gad Permata, Vice President Adhouse Clarion Events dalam keterangannya, Jumat (21/2/2020).

Pada IPEX edisi ke 38 kali ini Bank BTN menargetkan dapat meraup ijin Prinsip KPR baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp 3 triliun dengan target booked sebesar Rp 1 triliun.

“Tahun ini merupakan sebuah awal yang tepat jika ingin membeli sebuah properti karena banyak faktor yang membuat investasi ini lebih menarik, yaitu suku bunga murah dan juga uang muka KPR yang terjangkau setelah Loan To Value berlaku sejak Desember 2019 lalu. Akan banyak hunian strategis yang berlokasi strategis di wilayah Jabodetabek yang dilengkapi dengan transportasi seperti LRT dan MRT,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury.

Pembukaan IPEX kali ini yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin tersebut, Pahala juga menyampaikan tantangan yang dihadapi dan peluang properti di tahun 2020.

Pada tahun 2019 lalu diakui Pahala sebagai tahun yang tidak mudah bagi sektor properti, karena penjualan properti mengalami penurunan.

Berdasarkan survey Bank Indonesia, Penjualan Properti Residensial pada QIV/2019 turun 16,33% (Q to Q) triwulanan dibandingkan QIII /2019 yang masih tumbuh sekitar 16,18%.

Penurunan ini terjadi pada sektor penjualan perumahan yang terjadi secara merata untuk rumah tipe kecil, menengah ataupun besar.

baca juga

Pahala juga menyampaikan bahwa tantangan pada sektor properti tahun ini karena ancaman resesi akibat kondisi geopolitik yang memanas serta yang terbaru adalah mewabahnya virus corona di Tiongkok yang diperkirakan melumpuhkan kekuatan ekonomi China akan ikut berdampak ke Indonesia.

Namun, Pahala optimis jika sektor properti yang dikenal memiliki multiplier effect ke 170 industri turunan adalah sektor yang bertahan dan mampu bangkit di tengah ancaman dari faktor eksternal saat ini.

Terlebih lagi Pemerintah dan Bank Indonesia memberikan dukungan yang cukup ke sektor properti antara lain peningkatan batasan tidak kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah sederhana dan rumah sangat sederhana, pembebasan PPN atas rumah/ bangunan korban bencana alam, penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas hunian mewah dari 5% menjadi 1%, dan peningkatan batas nilai hunian mewah yang dikenakan PPh dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPNBM).

Bank Indonesia juga mendukung sektor properti lewat kebijakan moneternya, antara lain relaksasi Loan To Value dan pelonggaran Giro Wajib Minimum dan penurunan suku bunga acuan atau BI Rate.

“Kami sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendukung pasar properti tetap tumbuh, karena itu Bank BTN tetap mendukung Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan Pemerintah dengan mengandalkan KPR Non Subsidi dan tetap berkomitmen menjadi Bank penyalur FLPP,” kata Pahala.

Pada tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan sekitar 17% untuk kredit yang dimana 8-10% merupakan dari KPR. Sementara untuk segmen KPR Subsidi, Bank berkode saham BBTN ini hanya menargetkan pertumbuhan sekitar 3%.

Angka pertumbuhan KPR Subsidi yang melandai disebabkan karena kuota FLPP yang diberikan BTN sebesar 220.000 unit, jumlah tersebut terdiri dari Fasilitas Likuidtas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 110.000 unit dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 40.000 unit-45.000 unit.

Dengan adanya pameran Indonesia Properti Expo ini, masyarakat mampu untuk melihat sektor properti secara langsung dan memilih hunian yang tepat bagi kebutuhuan mereka kedepannya.

“Kami sangat berharap masyarakat dapat melihat hunian yang ditawarkan pengembang dari segala aspek terpenting, yaitu mulai dari harga, lokasi, kualitas bangunan serta fasilitas hunian dan tidak lupa memanfaatkan KPR yang ditawarkan oleh BTN,” pungkas Pahala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Ini, Bank BTN Targetkan Raup Laba Rp 3 Triliun

Tahun Ini, Bank BTN Targetkan Raup Laba Rp 3 Triliun

Bisnis | Senin, 17 Februari 2020 | 18:05 WIB

Milenial Masih Dominasi Pencari Properti Secara Online

Milenial Masih Dominasi Pencari Properti Secara Online

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:24 WIB

Membaca Harga Properti di Jakarta Usai Terendam Banjir

Membaca Harga Properti di Jakarta Usai Terendam Banjir

Bisnis | Kamis, 09 Januari 2020 | 09:38 WIB

Terkini

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:23 WIB

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB