Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Influencer Diguyur Jokowi Rp 72 Miliar, Tapi BPJS Kesehatan Naik 100 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 28 Februari 2020 | 08:40 WIB
Influencer Diguyur Jokowi Rp 72 Miliar, Tapi BPJS Kesehatan Naik 100 Persen
Petikan vlog Jokowi [YouTube/Presiden Joko Widodo]

Suara.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sejumlah stimulus insentif fiskal untuk sektor pariwisata salah satunya menganggarkan Rp 72 miliar untuk para influencer, pemberian insentif ini demi menggenjot sektor pariwisata tanah air yang sedang lesu akibat merebaknya virus corona.

Direktur Riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, sejumlah insentif fiskal yang tengah dipersiapkan tersebut tak bakal ampuh.

"Pemerintah sudah memutuskan untuk memberikan insentif fiskal. Saya setuju dengan insentif fiskal, tapi bentuknya kok lebih terfokus ke pariwisata ya?" tanya Piter saat dihubungi Suara.com, Jumat (28/2/2020).

Yang baik, lanjut Piter seharusnya pemerintah tidak hanya memberikan insentif fiskal bagi sektor pariwisata saja, tetapi juga kepada sektor yang lain. Apalagi kata dia saat ini daya beli masyarakat juga sedang turun.

"Saya kira pemerintah hendaknya tidak hanya fokus memberikan insentif kepada sektor pariwisata. Tetapi insentif secara umum yang diharapkan bisa membangkitkan permintaan domestik," saran Piter.

Sejumlah insentif ini, akan sia-sia saja, jika tidak dibarengi dengan sejumlah insentif yang lain. Apalagi kata dia masyarakat saat ini dihadapkan atas kebijakan yang justru makin menggerus daya beli, seperti halnya kenaikan tarif BPJS Kesehatan sebesar 100 persen hingga beberapa tarif terkait cukai.

"Pariwisata dikasih potongan, tapi disisi lain pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan, cukai rokok, cukai plastik bahkan ada rencana cukai kendaraan bermotor. Ada rencana meninjau subsidi gas dan listrik, semua kebijakan ini kan menggerus daya beli," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana memberikan insentif fiskal bagi sektor pariwisata tanah air yang terkena dampak penyebaran virus corona.

Lantaran virus dengan nama resmi Covid-19 ini jumlah wisatawan mancanegara asal China yang datang ke Indonesia anjlok cukup dalam.

baca juga

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan insentif tersebut bakal diberikan dalam bentuk diskon atau penurunan harga tiket pesawat terbang mulai dari 30 persen sampai 40 persen ke 10 destinasi wisata di tanah air.

"Diskon, diberikan kepada penerbangan supaya dia bisa mendiskon (tarif tiket). Ke 10 destinasi," kata Menhub Budi saat ditemui usai rapat koordinasi terkait dampak virus corona terhadap perekonomian nasional, di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Tak hanya itu untuk memuluskan rencana pemberian diskon tarif pesawat ini, pemerintah juga akan memberikan insentif lainnya, seperti insentif harga avtur yang lebih murah hingga pengurangan biaya terkait penggunaan bandara yang dikelola Angkasa Pura 1 dan 2.

"Kalau insentif itu, pertama insentif dari pemerintah, ada insentif dari AP 1 dan AP 2, ada insentif dari avtur, ketiganya itu di bundling berapa diskon yang akan diberikan" kata Budi menjelaskan.

Budi bilang target pemberian diskon dengan melakukan formulasi diatas tersebut diharapkan dapat mencapai angka 30 sampai 40 persen.

"Targetnya 30 sampai 40 persen di 10 destinasi wisata," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditawari Obat Penggemuk Badan di Instagram, Jokowi: Masyarakat Kita Kreatif

Ditawari Obat Penggemuk Badan di Instagram, Jokowi: Masyarakat Kita Kreatif

News | Jum'at, 28 Februari 2020 | 07:25 WIB

Jokowi Guyur Rp 72 Miliar untuk Influencer, Pengamat: Pemborosan!

Jokowi Guyur Rp 72 Miliar untuk Influencer, Pengamat: Pemborosan!

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2020 | 11:18 WIB

Anak Kelaparan Sampai Makan Sabun, Ferdinand Sentil Jokowi dan Mahfud MD

Anak Kelaparan Sampai Makan Sabun, Ferdinand Sentil Jokowi dan Mahfud MD

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 07:57 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB