Tokyo Disneyland Tutup karena Virus Corona, Susul Hong Kong dan Shanghai

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Sabtu, 29 Februari 2020 | 11:45 WIB
Tokyo Disneyland Tutup karena Virus Corona, Susul Hong Kong dan Shanghai
Tokyo Disneyland [Pixabay].

Suara.com - Tokyo Disneyland Park, bersama Legoland dan Universal Studios ditutup sehubungan dengan meningkatnya penyebaran wabah Virus Corona atau COVID-19 di Jepang.

Tokyo Disneyland dan DisneySea, sebagaimana dikutip dari CNN, ditutup mulai hari ini, Sabtu (29/2/2020) sampai dua pekan ke depan (15/3/2020). Demikian pernyataan dari Oriental Land, pihak operator Tokyo Disneyland.

Penutupan ini adalah bentuk respon dari imbauan pemerintah Jepang agar setiap pihak membatalkan atau menunda pertemuan besar dan acara yang dihadiri banyak orang selama beberapa minggu ke depan demi mencegah penyebaran COVID-19. Adapun tiket kunjungan wahana serta booking menginap di Tokyo Resort yang sudah dibayarkan pengunjung akan dikembalikan.

Ilustrasi Liburan di Disneyland (Pixabay/philipbase)
Ilustrasi Liburan di Disneyland [Pixabay].

Semisal kondisi penutupan akibat Virus Corona tidak terjadi, taman tematis di Tokyo yang menampilkan karya Walter Elias Disney itu bakal banyak menangguk untung saat libur musim dingin sekarang. Paling tidak diperkirakan mencapai sekitar 280 juta dolar Amerika Serikat dari kuartal ini saja. Dan ditambahkan oleh pihak perusahaan, bahwa serangan COVID-19 bakal merusak laba untuk tahun fiskal secara keseluruhan.

Sementara dikutip dari USA Today, Tokyo Disneyland adalah properti milik Disney ketiga di Asia yang ditutup setelah Hong Kong Disneyland dan Shanghai Disneyland. Bahkan kedua taman tematis yang masing-masing berlokasi di Lantau Island, tak jauh dari Macau, serta China daratan itu telah ditutup sejak 26 Januari 2020.  Rujukannya adalah keputusan  pemerintah China untuk melakukan karantina menjelang Tahun Baru Imlek atau Sinchia.

Christine McCarthy, Chief Financial Officer taman tematis Disneyland menyebutkan bahwa perusahaan akan merasakan dampak dari penutupan wahana wisatanya di Shanghai dan Hong Kong  dalam hasil kuartal kedua dan setahun penuh. Besarnya tembus 175 juta dolar Amerika Serikat, dengan perkiraan bahwa dua Disneyland yang berada di wilayah pemerintahan China tutup selama dua bulan sampai kuartal kedua.

"Untuk Shanghai Disney Resort,  saat ini  kami perkirakan dampak buruk terhadap pendapatan operasional kuartal kedua mencapai sekitar 135 juta dolar. Di Hong Kong Disneyland, sekitar 40 juta dolar untuk kuartal kedua. Besarnya dampak keuangan yang tepat sangat tergantung pada durasi penutupan, dan seberapa cepat kami dapat melanjutkan operasional secara normal," tandasnya.

Sebagai catatan, perusahaan Walt Disney memiliki 47 persen saham di Hong Kong Disneyland. Sementara Shanghai Disneyland adalah bentuk patungan dengan China dan terbagi menjadi dua perusahaan. Disney memegang 70 persen saham di perusahaan pertama, dan 43 persen di perusahaan kedua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upaya Perbankan Selamatkan Ekonomi dari Virus Corona Mungkin Tak Cukup

Upaya Perbankan Selamatkan Ekonomi dari Virus Corona Mungkin Tak Cukup

Bisnis | Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:11 WIB

Geneva Motor Show 2020 Resmi Batal Akibat Sebaran COVID-19

Geneva Motor Show 2020 Resmi Batal Akibat Sebaran COVID-19

Otomotif | Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:00 WIB

Akibat COVID-19, Bursa Pariwisata Terbesar di Dunia Dibatalkan

Akibat COVID-19, Bursa Pariwisata Terbesar di Dunia Dibatalkan

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri

Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:25 WIB

Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah

Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:13 WIB

Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan

Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:05 WIB

Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV

Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:27 WIB

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:03 WIB

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:28 WIB

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:55 WIB

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:31 WIB

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:09 WIB

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:00 WIB