Atasi Pelemahan Ekonomi Global, Mandiri Minta Perkuat UMKM

Iwan Supriyatna

Rabu, 11 Maret 2020 | 14:25 WIB
Atasi Pelemahan Ekonomi Global, Mandiri Minta Perkuat UMKM
Seminar Nasional Perbanas Institute (SNAP).

Suara.com - Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, salah satu cara untuk memitigasi risiko atas ancaman pelemahan ekonomi global saat ini adalah dengan memperkuat segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan oleh Siddik sapaannya di kegiatan Dies natalis ke 51, Perbanas Institute yang menggelar Seminar Nasional Perbanas Institute (SNAP) di Auditorium Unit 3 Kampus Perbanas, Setia Budi, Kuningan, Jakarta Selatan.

Seminar ini sendiri bertema Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks.

Rangkaian acara Diesnatalis ini yang antara lain adalah Seminar Nasional, Call for Paper dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut dilangsungkan dari tanggal 11–12 Maret 2020.

"Karena biasanya dalam intensitas krisis ini adalah segmen yang kuat. Dimanapun segmen ini dibutuhkan untuk menunjang ekonomi setiap krisis," kata Siddik dalam keterangannya, Rabu (11/3/2020).

Siddik melanjutkan, untuk menggenjot perkembangan UMKM itu sendiri adalah dengan memanfaatkan digitalisasi. Salah satu metode mengakses dengan UMKM lebih cepat dan berskala besar adalah dengan kolaborasi e-commarce dan perbankan.

"E-commers players juga perlu menyediakan lapak untuk para SME (Small and Medium Enterprise) dan UMKM itu berjualan seperti di buka lapak atau tokopedia," ungkap Siddik.

Senada dengan Siddik, Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar menilai, kolaborasi lintas sektor memang diperlukan dalam menghadapi ancaman pelemahan ekonomi global.

"Jadi esensinya makin kesini krisis makin sering termasuk karena virus Corona. Kita tidak tau kedepanya apa ada krisis atau ada krisis lagi Kesiapan jadi semua stekholder dari pelaku ekonomi baik korporasi, bankir dan fintech dan regulator itu berada pada sistem yang sama," ujar Hermanto.

baca juga

Hermanto melanjutkan sistem ekosistem yang dimaksud adalah sistem yang hidup dan saling berkesinambungan. Dimana ketika ada sesuatu yang tidak baik akan berdampak kepada semua lini sektor.

"Jadi kolaborasi yang ditekankan. Itu sangat penting," tandas Hermanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Pembuatan Kerajinan Wayang dari Kertas Sintetis

Intip Pembuatan Kerajinan Wayang dari Kertas Sintetis

Foto | Minggu, 08 Maret 2020 | 11:00 WIB

Cegah Corona, DPR Usul Pemerintah Gandeng UMKM Produksi Masker dari Kain

Cegah Corona, DPR Usul Pemerintah Gandeng UMKM Produksi Masker dari Kain

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 13:25 WIB

Bandara Baru DIY Akan Berhiaskan Karya Seni dan Angkat UMKM Lokal

Bandara Baru DIY Akan Berhiaskan Karya Seni dan Angkat UMKM Lokal

Jogja | Rabu, 04 Maret 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Banten | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:03 WIB

×