Investor Senang Cash, Harga Emas Naik Tipis

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 23 Maret 2020 | 08:23 WIB
Investor Senang Cash, Harga Emas Naik Tipis

Suara.com - Harga emas naik pada perdagangan akhir pekan lalu, hal tersebut terjadi seiring pembelian aset safe haven untuk mengimbangi sikap investor yang lebih menyukai cash di tengah kecemasan pukulan terhadap ekonomi akibat wabah Virus Corona.

Namun emas batangan menuju ke pelemahan mingguan kedua karena aksi jual untuk memenuhi margin call pada aset lain.

Mengutip Reuters, pada Senin (23/3/2020), emas di pasar spot naik 0,84 persen ke harga 1.482,57 dolar AS per ons setelah turun satu persen di sesi sebelumnya dan sedang mengarah ke pelemahan hampir tiga persen untuk minggu ini.

Sedangkan di pasar berjangka, harga emas naik 0,34 persen menjadi 1.484,70 dolar AS.

"Ini jelas aksi beli untuk lindung nilai. Jika hanya untuk sehari, apa yang bisa dibeli pelaku pasar untuk melindungi risiko akhir pekan. Padahal pelaku pasar bisa dalam bentuk tunai atau logam mulia, itu saja," kata analis senior pasar di OANDA, Jeffrey Halley.

Bank sentral AS membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara untuk mengakses dolar AS dengan harapan mencegah wabah yang bisa menyebabkan kekacauan ekonomi global.

Beberapa negara meluncurkan langkah-langkah untuk membendung kerusakan ekonomi. Senat AS meluncurkan rencana stimulus ekonomi 1 triliun dolar AS sementara Bank of England menjanjikan 200 miliar pound pembelian obligasi dan memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,1 persen.

Emas telah bereaksi terhadap pergerakan di pasar keuangan dan kadang-kadang menemukan dukungan dari langkah-langkah stimulus.

"Itu adalah perjalanan yang bergelombang karena likuiditas dan partisipasi terus turun," kata Kepala Strategi Pasar di AxiCorp Stephen Innes.

Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 0,5 persen menjadi 1.660,82 dolar AS per ons. Platinum melonjak 4,6 persen menjadi 613,54 dolar AS. Perak naik 3,5 persen menjadi 12,54 dolar AS tetapi berada di jalur pelemahan mingguan tertajam keduanya sebesar 15 persen sejak September 2011.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik Rp 10.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 824.000 per Gram

Naik Rp 10.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 824.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2020 | 10:19 WIB

Dolar AS Melambung Tinggi, Emas Tersungkur Lagi

Dolar AS Melambung Tinggi, Emas Tersungkur Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2020 | 08:35 WIB

Turun Rp 12.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 814.000 per Gram

Turun Rp 12.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 814.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 10:10 WIB

Uang Tunai Jadi Pilihan, Harga Emas Dunia Mulai Ambles

Uang Tunai Jadi Pilihan, Harga Emas Dunia Mulai Ambles

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 08:35 WIB

Naik Rp 25.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 826.000 Per Gram

Naik Rp 25.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 826.000 Per Gram

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2020 | 10:58 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB