Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Investor Senang Cash, Harga Emas Naik Tipis

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 23 Maret 2020 | 08:23 WIB
Investor Senang Cash, Harga Emas Naik Tipis

Suara.com - Harga emas naik pada perdagangan akhir pekan lalu, hal tersebut terjadi seiring pembelian aset safe haven untuk mengimbangi sikap investor yang lebih menyukai cash di tengah kecemasan pukulan terhadap ekonomi akibat wabah Virus Corona.

Namun emas batangan menuju ke pelemahan mingguan kedua karena aksi jual untuk memenuhi margin call pada aset lain.

Mengutip Reuters, pada Senin (23/3/2020), emas di pasar spot naik 0,84 persen ke harga 1.482,57 dolar AS per ons setelah turun satu persen di sesi sebelumnya dan sedang mengarah ke pelemahan hampir tiga persen untuk minggu ini.

Sedangkan di pasar berjangka, harga emas naik 0,34 persen menjadi 1.484,70 dolar AS.

"Ini jelas aksi beli untuk lindung nilai. Jika hanya untuk sehari, apa yang bisa dibeli pelaku pasar untuk melindungi risiko akhir pekan. Padahal pelaku pasar bisa dalam bentuk tunai atau logam mulia, itu saja," kata analis senior pasar di OANDA, Jeffrey Halley.

Bank sentral AS membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara untuk mengakses dolar AS dengan harapan mencegah wabah yang bisa menyebabkan kekacauan ekonomi global.

Beberapa negara meluncurkan langkah-langkah untuk membendung kerusakan ekonomi. Senat AS meluncurkan rencana stimulus ekonomi 1 triliun dolar AS sementara Bank of England menjanjikan 200 miliar pound pembelian obligasi dan memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,1 persen.

Emas telah bereaksi terhadap pergerakan di pasar keuangan dan kadang-kadang menemukan dukungan dari langkah-langkah stimulus.

"Itu adalah perjalanan yang bergelombang karena likuiditas dan partisipasi terus turun," kata Kepala Strategi Pasar di AxiCorp Stephen Innes.

baca juga

Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 0,5 persen menjadi 1.660,82 dolar AS per ons. Platinum melonjak 4,6 persen menjadi 613,54 dolar AS. Perak naik 3,5 persen menjadi 12,54 dolar AS tetapi berada di jalur pelemahan mingguan tertajam keduanya sebesar 15 persen sejak September 2011.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik Rp 10.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 824.000 per Gram

Naik Rp 10.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 824.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2020 | 10:19 WIB

Dolar AS Melambung Tinggi, Emas Tersungkur Lagi

Dolar AS Melambung Tinggi, Emas Tersungkur Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2020 | 08:35 WIB

Turun Rp 12.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 814.000 per Gram

Turun Rp 12.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 814.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 10:10 WIB

Uang Tunai Jadi Pilihan, Harga Emas Dunia Mulai Ambles

Uang Tunai Jadi Pilihan, Harga Emas Dunia Mulai Ambles

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 08:35 WIB

Naik Rp 25.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 826.000 Per Gram

Naik Rp 25.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 826.000 Per Gram

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2020 | 10:58 WIB

Terkini

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 15:19 WIB

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:26 WIB

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB