Imbas Corona, PNS Terancam Tak Dapat THR dan Gaji Ke-13 Lebaran Tahun Ini

Pebriansyah Ariefana | Mohammad Fadil Djailani
Imbas Corona, PNS Terancam Tak Dapat THR dan Gaji Ke-13 Lebaran Tahun Ini
Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sri Mulyani Indrawati dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan salam siku di saat bertemu di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020). (Foto Dok. KIP Setwapres)

Beban belanja yang meningkat ini dilihat sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah untuk meredam dampak negatif virus corona.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan imbas merebaknya virus corona atau Covid-19 membuat kas negara menjadi lebih sempit.

Untuk pemerintah pun sedang mengkaji apakah pada tahun ini ada pemberian Tunjangam Hari Raya (THR) dan Gaji Ke-13 buat para Apartur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat rapat dengar pendapat dengan Anggota Komisi XI DPR RI melalui video teleconference di Jakarta, Senin (6/4/2020).

"Kami saat ini sedang bersama Presiden meminta kami membuat kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 apakah perlu dipertimbangkan, apalagi mengingat beban belanja negara yang meningkat," kata Sri Mulyani.

Beban belanja yang meningkat ini dilihat sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah untuk meredam dampak negatif virus corona, seperti halnya bantuan langsung tunai buat masyarakat.

"Bapak presiden dan sidang kabinet akan terus melakukan berbagai langkah-langkah seperti tambahan bansos atau penghematan belanja," katanya.

Apalagi tahun ini kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini penerimaan negara akan lebih seret 10 persen.

"Outlook penerimaan negara bukannya tumbuh tapi kontraksi. dengan baseline 2,3 pendapatan negara hanya mencapai Rp 1.760,9 triliun turun 10 persen," ungkap Sri Mulyani.

Sehingga dengan proyeksi tersebut defisit anggaran pada tahun ini akan melebar sebesar 5,07 persen atau setara mencapai Rp 853 triliun sampai akhir tahun.

"Outlook defisit dipekriakan mencapai 5,07 persen dari PDB, meningkat dari Rp 307,2 triliun menjadi Rp 853,0 triliun," paparnya.

Penurunan penerimaan pajak ini kata dia imbas dari lesunya kegiatan ekonomi akibat Covid-19, seluruh sektor ekonomi berdampak sehingga mempengaruhi penerimaan negara.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS