Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Pukulan Covid-19 Lebih Telak Ketimbang Krisis Ekonomi yang Pernah Terjadi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 14 April 2020 | 15:53 WIB
Pukulan Covid-19 Lebih Telak Ketimbang Krisis Ekonomi yang Pernah Terjadi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dampak negatif pandemi virus corona atau Covid-19 memberikan pukulan telak bagi ekonomi Indonesia, menurut dia dampak krisis Covid-19 jauh lebih berat jika dibandingkan krisis yang pernah terjadi di tanah air.

Sri Mulyani lantas membandingkan situasi krisis yang terjadi, seperti tahun 2009 saat terjadinya krisis finansial global, atau tahun 2013 saat terjadinya krisis paper tantrum dan 2018 saat terjadinya krisis normalisasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Saat itu kata Sri ekonomi Indonesia mampu bertahan dengan cukup baik dan tidak begitu berpengaruh terhadap laju perekonomian nasional.

"Contohnya waktu global financial crisis kita masih mendapatkan net inflow sampai mendekati Rp 70 triliun pada saat paper tantrum merosot ke Rp 36 triliun, waktu 2018, waktu fed menaikkan suku bunga, net capital inflow di pasar uang drop ke Rp 7,3 triliun," kata Sri Mulyani saat konferensi pers melalui video conference di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Tapi saat terjadinya krisis yang diakibatkan virus corona, aliran modal masuk atau capital inflow justru negatif akibat banyaknya dana asing yang kabur dari instrumen investasi di Indonesia.

"Namun tahun ini dalam 3 bulan saja, capital inflow ke Indonesia justru mengalami negatif. Terjadi minus Rp 148,8 triliun. Ini yang menyebabkan kenapa di pasar surat utang negara, indeks harga saham, dan nilai tukar rupiah semuanya mengalami tekanan yang cukup besar," katanya.

Bahkan kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini yield atau imbas hasil Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun kita sempat naik di atas 8, indeks harga saham mengalami penurunan tajam dengan koreksi 27,9 persen dan nilai tukar rupiah yang sempat terdepresiasi hingga di atas 17 persen.

"Ini situasi yang menjadi kondisi untuk baseline kita melakukan bagaimana langkah di tahun 2020 dan 2021," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

500 Juta Orang Diprediksi Jatuh Miskin Imbas Covid-19

500 Juta Orang Diprediksi Jatuh Miskin Imbas Covid-19

Bisnis | Kamis, 09 April 2020 | 15:35 WIB

Banyak yang Berzakat, Warga Miskin Pakistan Tertolong Hadapi Krisis Corona

Banyak yang Berzakat, Warga Miskin Pakistan Tertolong Hadapi Krisis Corona

News | Selasa, 07 April 2020 | 15:25 WIB

Gubernur BI Klaim Pelemahan Rupiah karena Corona Tak Separah Krisis 98

Gubernur BI Klaim Pelemahan Rupiah karena Corona Tak Separah Krisis 98

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2020 | 19:16 WIB

Terkini

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:05 WIB

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:58 WIB

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:55 WIB