Jokowi Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 06 Mei 2020 | 14:31 WIB
Jokowi Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain
Presiden RI Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu. (Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut pertumbuhan ekonomi indonesia 2020 lebih lambat, namun relatif baik dibanding negara lain. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I tahun 2020 sebesar 2,97 persen.

Angka tersebut, klaim Jokowi lebih lambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV tahun 2019 yang mencapai 4,97 persen.

"Laporan dari BPS menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia di triwulan I tahun 2020 tumbuh 2,97 persen. Ini Year on Year. Sekali ini, tumbuh 2,97 persen. Turun delta 2 persen, lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan di kuartal IV 2019, yang tumbuh 4,97 persen," ujar Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang Pagu Indikatif RAPBN Tahun Anggaran 2021 melalui Video Conference di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Jokowi menilai meski pertumbuhan ekonomi melambat sebesar 2,97 persen, namun relatif masih baik dari negara-negara lain yang mengalami pandemi virus corona atau Covid-19.

"Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen, tapi dibandingkan dengan negara lain yang yang telah merilis angka pertumbuhan ekonominya, kinerja ekonomi kita relatif masih baik," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun membandingkan dengan negara-negara lain yang mengalami kontraksi hingga pertumbuhan ekonomi yang negatif di tengah pandemi virus corona atau COvid-19.

"Coba kita lihat beberapa negara yang alami kontraksi, dan kontraksinya tentu saja masuk ke tumbuh negatif. China dari 6 persen menjadi minus 6,8 persen. Artinya, ini year on year deltanya 12,8 persen. Prancis deltanya minus 6,25 persen. Hong Kong delta 5,9 persen, Spanyol delta 5,88 persen. Italia delta 4,95 persen tumbuh negatif," katanya.

Jokowi pun menjelaskan jika Covid-19 telah memukul perekonomian di banyak negara termasuk Indonesia. Kata Jokowi, dari sisi suplai, indeks manufaktur Indonsia yang tergambar dari Purchasing Managers Index (PMI) pada April 2020 mengalami kontraksi terdalam jika dibanding negara lain di ASEAN.

Jokowi menuturkan Indonesia sendiri berada di level 27,5 lebih rendah dibandingkan Korea Selatan 41,6, kemudian Malaysia 31,3, Vietnam 32,7 dan Filipina 31,6. Ia pun meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membuat skenario dan mencarikan stimulus di setiap sektor dan subsektor.

baca juga

"Hati-hati mengenai Indeks Manufaktur Indonesia agar dicarikan solusi dan jalan agar kontraksi ini bisa diperbaiki. Untuk itu saya minta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, perhatikan angka-angka yang saya sampaikan secara detail, mana saja sektor dan subsektor yang alami kontraksi terdalam, dicarikan stimulusnya sehingga program stimulus ekonomi betul-betul harus kita buat dan harus tepat sasaran. Dan bisa mulai merancang skenario recovery pemulihan di setiap sektor atau subsektor," ucap dia.

Tak hanya itu, mantan Wali Kota Solo menyebut beberapa subsektor yang berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan di kuartal I 2020.

Tak hanya itu, Jokowi mencatat dari sisi pengeluaran yakni konsumsi rumah tangga sebesar 2,84 persen dan pengeluaran pemerintah 3,74 persen menjadi lokomotif pertumbuhan. Ia juga meminta jajarannya melihat konsumsi untuk Lembaga Non Profit yang menangani Rumah Tangga (LNPRT) yang mengalami kontraksi sampai minus 4,91 persen.

"Ini betul-betul dilihat secara detail yang konsumsi lembaga non profit yang menangani rumah tangga ini. Dilihat. Karena itu, penyaluran bansos dari pemerintah pusat, bansos dari pemda, maupun dari dana desa, dan program padat karya tunai dalam minggu-minggu ini harus dipastikan sudah jalan di lapangan. Bansosnya sudah diterima masyarakat, program padat karya juga sudah jalan di lapangan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda dengan Jokowi, Menhub Sebut Mudik dan Pulang Kampung Sama

Beda dengan Jokowi, Menhub Sebut Mudik dan Pulang Kampung Sama

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:25 WIB

Kill the DJ Bahas Hasil Panen Tani, Netizen: Harga Timun Sekilo 500 Rupiah

Kill the DJ Bahas Hasil Panen Tani, Netizen: Harga Timun Sekilo 500 Rupiah

Jogja | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:06 WIB

Tangani Covid-19, Jokowi Pastikan Pemerintah Siap Diawasi Masyarakat

Tangani Covid-19, Jokowi Pastikan Pemerintah Siap Diawasi Masyarakat

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 13:54 WIB

Terkini

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:31 WIB

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

×