Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Masa Pandemi, 38 Ton Kopi Robusta Asal Temanggung Diekspor ke Mesir

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 11 Mei 2020 | 13:15 WIB
Masa Pandemi, 38 Ton Kopi Robusta Asal Temanggung Diekspor ke Mesir
Ilustrasi kopi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Masuk Mei, pandemi Covid-19 masih belum juga berlalu. Hampir semua sektor mengalami penurunan kinerja, termasuk di sub sektor perkebunan. Penyerapan dari sebagian besar negara tujuan ekspor komoditas perkebunan Indonesia menurun drastis.

Meski demikian, Kopi Robusta asal Temanggung tetap menemukan pasar ekspornya di Timur Tengah. Sebanyak 38,4 ton biji Kopi Robusta asal Temanggung telah dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, tujuan Alexandria, Mesir, akhir April lalu. Menyusul kemudian 96 ton yang akan dikirimkan setelah Idul Fitri, juga ke Alexandria.

Menurut salah seorang ekportir kopi, Diandra Rauch, pandemi Covid-19 membuat permintaan pasar terhadap kopi jadi tidak menentu. Hal tersebut menuntut kejelian dan konsistensi para eksportir menemukan peluang pasar, terutama untuk jenis Kopi Robusta dan Arabika, yang produksinya cukup melimpah.

"Produksi kopi Temanggung saat ini cukup tersedia oleh kelompok-kelompok tani binaan Dwi Suratno Hadi. Ke depan, kami juga sedang mempersiapkan permintaan ekspor Arabica Specialty dari sentra kopi Temanggung, Gayo dan Ruteng dengan tujuan Jeddah, Saudi Arabia," papar Diandra, yang juga pimpinan PT Madalle.

Adanya pembatasan perdagangan oleh negara-negara yang selama ini menjadi pasar hasil perkebunan Indonesia, juga diakui Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Dedi Junedi. Menurutnya, pandemik Covid-19 telah memaksa sebagian besar negara tujuan ekspor produk kopi Indonesia menerapkan pembatasan arus barang, untuk mengurangi risiko penularan Virus Corona.

"Namun kami terus melakukan komunikasi intensif, terutama para pelaku usaha atau eksportir perkebunan dan dengan KBRI setempat melalui Atase Perdagangan, dalam mengidentifikasi pasar-pasar mana yang masih memungkinkan untuk dimasuki produk ekspor kopi Indonesia," papar Dedi.

Saat ini, lanjut Dedi, ekspor komoditas kopi Indonesia didominasi oleh Amerika Serikat, Malaysia dan Italia dengan kontribusi 36,5persen terhadap total volume ekspor kopi Indonesia tahun 2019. Sedangkan ekspor kopi Indonesia ke Mesir juga cukup tinggi, yaitu sebesar 34.287 ton atau berkontribusi 9,5 persen terhadap total volume ekspor kopi Indonesia tahun 2019.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Ditjen Perkebunan, hingga Februari 2020 tercatat ekspor kopi Indonesia 55.989 ton, dengan nilai ekspor mencapai 136,75 juta dolar AS. Khusus pasar Mesir, ekspor kopi Indonesia sebesar 7.273 ton dengan nilai ekspor mencapai 12,62 juta dolar AS.

Hal senada juga dikatakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono. Kondisi pandemik ini cukup berpangaruh terhadap penyerapan kopi nasional. Padahal stok kopi akan meningkat pada bulan Mei-Juni, karena sebagian besar sentra produksi kopi mengalami panen raya.

Menghadapi hal tersebut, Kasdi mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mencari solusi kebijakan diantaranya pada program Grasida (gerakan peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing).

"Kami fokuskan di kebijakan daya saing dengan secara intensif mengidentifikasi pasar-pasar ekspor yang masih membuka arus pemasukkan barang di tengah pandemic ini. Tentunya juga disertai dengan konsistensi kualitas produk, sehingga dapat berdaya saing dengan kopi-kopi dari negara produsen lainnya seperti Brazil, Vietnam dan Kolombia," paparnya.

Pada level nasional, lanjut Kasdi, Kementerian Pertanian terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengimplementasikan sistem resi gudang, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra produksi kopi nasional, seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT, Sulsel dan daerah sentra produksi provinsi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 13:05 WIB

Kabar Baik! Ilmuwan Indonesia Bentuk Tim Riset Herbal untuk Obat Covid-19

Kabar Baik! Ilmuwan Indonesia Bentuk Tim Riset Herbal untuk Obat Covid-19

Health | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Tantowi Yahya Ungkap 5 Kunci Sukses Selandia Baru Atasi Covid-19

Tantowi Yahya Ungkap 5 Kunci Sukses Selandia Baru Atasi Covid-19

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 11:55 WIB

Rustam Ibrahim: Persamaan Anies Baswedan dan Gubernur New York Hanya Satu

Rustam Ibrahim: Persamaan Anies Baswedan dan Gubernur New York Hanya Satu

News | Senin, 11 Mei 2020 | 11:41 WIB

Masa Isolasi Mandiri, Kenapa Orang Mudah Marah Selama di Rumah Aja?

Masa Isolasi Mandiri, Kenapa Orang Mudah Marah Selama di Rumah Aja?

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 12:00 WIB

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona Covid-19 di Jerman Malah Meningkat

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona Covid-19 di Jerman Malah Meningkat

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 11:41 WIB

Terkini

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB