Kemenparekraf Hadirkan Wisata Kopi Virtual di Jakarta, Seperti Apa?

Vania Rossa

Sabtu, 09 Mei 2020 | 19:30 WIB
Kemenparekraf Hadirkan Wisata Kopi Virtual di Jakarta, Seperti Apa?
Wisata Kopi Virtual. (Pexels)

Suara.com - Gelisah karena nggak bisa menikmati secangkir kopi dari kedai kopi favorit selama pandemi Covid-19? Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf bekerja sama dengan komunitas Jakarta Good Guide menghadirkan "Ngabuburit Wisata Kopi", sebuah pengalaman wisata kopi virtual.

Dalam kegiatan ini, para wisatawan diajak menelusuri deretan tempat kopi di Jakarta, lengkap dengan cerita menarik di belakangnya.

“Kedai-kedai kopi memiliki cerita yang bisa dieksplorasi. Baik dari kedai kopi pertama yang ada di Jakarta, yang sampai saat ini masih bertahan di tengah kedai kopi lainnya. Jadi kita bisa menambah ilmu sambil menikmati kopinya yang sudah pasti enak,” kata Cindy Tan selaku pemandu tur dari Jakarta Good Guide dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2020).

Berwisata kopi juga memungkinkan siapapun belajar liku-liku tentang kopi, mulai dari sejarah kopi, perkembangannya dari masa ke masa, sampai saat ini masuk ke era di mana kopi tidak hanya menjadi salah satu minuman favorit tapi juga gaya hidup masyarakat.

Dalam wisata virtual yang berlangsung selama dua jam itu, para peserta yang berjumlah lebih dari 200 orang diajak ke beberapa tempat kopi ikonik di Jakarta. Mulai dari Toko Kopi Luwak Gondangdia, Toko Kopi Sedap Jaya Jatinegara, Toko Kopi Warung Tinggi, dan Warung Kopi Takkie. Tak lupa juga mengunjungi Phoenam, Kwang Koan, Kong Djie, dan Bakoel Koffie.

Candha Adwitiyo selaku CoFounder Jakarta Good Guide mengatakan di Jakarta banyak sekali kedai kopi dengan berbagai cerita dan sejarahnya untuk ditelusuri. Hal-hal seperti inilah yang menjadi kegiatan komunitas Jakarta Good Guide yang selalu menelisik destinasi-destinasi menarik di Jakarta.

“Komunitas Jakarta Good Guide ini tak jauh dari jalan-jalan, menelisik destinasi-destinasi menarik. Salah satu yang rutin dilakukan adalah walking tour bersama sejumlah turis asing yang berwisata di wilayah Jakarta," katanya seperti dikutip dari Antara.

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu mengatakan "Ngabuburit Wisata Kopi" tidak hanya menyajikan pengalaman dan wawasan baru mengenai kopi dan tempat-tempat kopi legendaris di Jakarta, tapi juga menunjukkan bagaimana pandemi membawa kita menuju kondisi new normal.

Masyarakat ditunjukkan bagaimana teknologi dan media digital membawa masyarakat pada rutinitas dan cara hidup yang baru.

baca juga

“Dengan kita tidak bisa kemana-mana, bukan berarti kita tidak bisa menjadikan pariwisata sebagai gaya hidup kita. Keterbatasan ini tidak bisa membuat kita diam. Kegiatan virtual seperti ini membuka peluang baru di era new normal. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan memanfaatkan teknologi. Meskipun tidak bisa menggantikan experience ketika kita berkunjung langsung ke destinasi wisata,” ujarnya.

Agustini Rahayu juga menjelaskan wisata virtual bersama komunitas ini kali pertama diselenggarakan oleh Kemenparekraf. Diharapkan ke depan akan ada wisata virtual lainnya dengan tema yang berbeda.

“Tentunya akan ada wisata lainnya dengan tema yang berbeda. Kami berharap kegiatan kali ini bisa menginspirasi komunitas lain agar masih bisa bergerak di kondisi seperti ini,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warung Kopi Jadi 'Ancaman' di Surabaya saat Wabah Virus Corona, Kenapa?

Warung Kopi Jadi 'Ancaman' di Surabaya saat Wabah Virus Corona, Kenapa?

Jatim | Kamis, 30 April 2020 | 18:37 WIB

Studi: Sering Minum Kopi Dapat Memengaruhi Indra Perasa

Studi: Sering Minum Kopi Dapat Memengaruhi Indra Perasa

Health | Rabu, 29 April 2020 | 16:11 WIB

Penggiat Kopi di Masa Pandemi Terjun ke Online, Ini Kata Wishnutama

Penggiat Kopi di Masa Pandemi Terjun ke Online, Ini Kata Wishnutama

Lifestyle | Kamis, 23 April 2020 | 14:18 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×