Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Masa Pandemi, 38 Ton Kopi Robusta Asal Temanggung Diekspor ke Mesir

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 11 Mei 2020 | 13:15 WIB
Masa Pandemi, 38 Ton Kopi Robusta Asal Temanggung Diekspor ke Mesir
Ilustrasi kopi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Masuk Mei, pandemi Covid-19 masih belum juga berlalu. Hampir semua sektor mengalami penurunan kinerja, termasuk di sub sektor perkebunan. Penyerapan dari sebagian besar negara tujuan ekspor komoditas perkebunan Indonesia menurun drastis.

Meski demikian, Kopi Robusta asal Temanggung tetap menemukan pasar ekspornya di Timur Tengah. Sebanyak 38,4 ton biji Kopi Robusta asal Temanggung telah dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, tujuan Alexandria, Mesir, akhir April lalu. Menyusul kemudian 96 ton yang akan dikirimkan setelah Idul Fitri, juga ke Alexandria.

Menurut salah seorang ekportir kopi, Diandra Rauch, pandemi Covid-19 membuat permintaan pasar terhadap kopi jadi tidak menentu. Hal tersebut menuntut kejelian dan konsistensi para eksportir menemukan peluang pasar, terutama untuk jenis Kopi Robusta dan Arabika, yang produksinya cukup melimpah.

"Produksi kopi Temanggung saat ini cukup tersedia oleh kelompok-kelompok tani binaan Dwi Suratno Hadi. Ke depan, kami juga sedang mempersiapkan permintaan ekspor Arabica Specialty dari sentra kopi Temanggung, Gayo dan Ruteng dengan tujuan Jeddah, Saudi Arabia," papar Diandra, yang juga pimpinan PT Madalle.

Adanya pembatasan perdagangan oleh negara-negara yang selama ini menjadi pasar hasil perkebunan Indonesia, juga diakui Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Dedi Junedi. Menurutnya, pandemik Covid-19 telah memaksa sebagian besar negara tujuan ekspor produk kopi Indonesia menerapkan pembatasan arus barang, untuk mengurangi risiko penularan Virus Corona.

"Namun kami terus melakukan komunikasi intensif, terutama para pelaku usaha atau eksportir perkebunan dan dengan KBRI setempat melalui Atase Perdagangan, dalam mengidentifikasi pasar-pasar mana yang masih memungkinkan untuk dimasuki produk ekspor kopi Indonesia," papar Dedi.

Saat ini, lanjut Dedi, ekspor komoditas kopi Indonesia didominasi oleh Amerika Serikat, Malaysia dan Italia dengan kontribusi 36,5persen terhadap total volume ekspor kopi Indonesia tahun 2019. Sedangkan ekspor kopi Indonesia ke Mesir juga cukup tinggi, yaitu sebesar 34.287 ton atau berkontribusi 9,5 persen terhadap total volume ekspor kopi Indonesia tahun 2019.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Ditjen Perkebunan, hingga Februari 2020 tercatat ekspor kopi Indonesia 55.989 ton, dengan nilai ekspor mencapai 136,75 juta dolar AS. Khusus pasar Mesir, ekspor kopi Indonesia sebesar 7.273 ton dengan nilai ekspor mencapai 12,62 juta dolar AS.

Hal senada juga dikatakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono. Kondisi pandemik ini cukup berpangaruh terhadap penyerapan kopi nasional. Padahal stok kopi akan meningkat pada bulan Mei-Juni, karena sebagian besar sentra produksi kopi mengalami panen raya.

Menghadapi hal tersebut, Kasdi mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mencari solusi kebijakan diantaranya pada program Grasida (gerakan peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing).

"Kami fokuskan di kebijakan daya saing dengan secara intensif mengidentifikasi pasar-pasar ekspor yang masih membuka arus pemasukkan barang di tengah pandemic ini. Tentunya juga disertai dengan konsistensi kualitas produk, sehingga dapat berdaya saing dengan kopi-kopi dari negara produsen lainnya seperti Brazil, Vietnam dan Kolombia," paparnya.

Pada level nasional, lanjut Kasdi, Kementerian Pertanian terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengimplementasikan sistem resi gudang, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra produksi kopi nasional, seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT, Sulsel dan daerah sentra produksi provinsi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 13:05 WIB

Kabar Baik! Ilmuwan Indonesia Bentuk Tim Riset Herbal untuk Obat Covid-19

Kabar Baik! Ilmuwan Indonesia Bentuk Tim Riset Herbal untuk Obat Covid-19

Health | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Tantowi Yahya Ungkap 5 Kunci Sukses Selandia Baru Atasi Covid-19

Tantowi Yahya Ungkap 5 Kunci Sukses Selandia Baru Atasi Covid-19

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 11:55 WIB

Rustam Ibrahim: Persamaan Anies Baswedan dan Gubernur New York Hanya Satu

Rustam Ibrahim: Persamaan Anies Baswedan dan Gubernur New York Hanya Satu

News | Senin, 11 Mei 2020 | 11:41 WIB

Masa Isolasi Mandiri, Kenapa Orang Mudah Marah Selama di Rumah Aja?

Masa Isolasi Mandiri, Kenapa Orang Mudah Marah Selama di Rumah Aja?

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 12:00 WIB

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona Covid-19 di Jerman Malah Meningkat

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona Covid-19 di Jerman Malah Meningkat

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 11:41 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB