Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.496,891
LQ45 639,675
Srikehati 310,959
JII 394,346
USD/IDR 17.690

Guru Besar Metalurgi ITB Minta SDM Sektor Mineral Perlu Ditingkatkan

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 05 Juni 2020 | 17:22 WIB
Guru Besar Metalurgi ITB Minta SDM Sektor Mineral Perlu Ditingkatkan
Progres pembangunan smelter yang dilakukan Freeport Indonesia. (Foto: Antara)

Suara.com - Pakar Hidrometalurgi yang juga Guru Besar Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Zaki Mubarok mendukung hilirisasi mineral dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) sektor yang mumpuni.

Menurutnya, pembangunan politeknik seperti di Morowali itu sesuatu yang positif dan perlu dilakukan hal yang sama di tempat lain. Dia mengemukakan, hal itu penting dilakukan dalam rangka penyiapan SDM yang pada saatnya dapat mengelola sumber daya mineral di dalam negeri dengan penuh kemandirian.

Pada prinsipnya, tujuan dari hilirisasi mineral ini adalah bagaimana mengubah keunggulan komparatif Indonesia dengan ketersediaan berbagai sumber daya mineral menjadi keunggulan kompetitif dengan tersedianya bahan baku untuk ketangguhan industri hilir di dalam negeri.

Menurutnya, di sektor hulu peningkatan nilai tambah mineral yang ditambang dilakukan dengan kegiatan pengolahan dan pemurnian.

"Pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi masyarakat di daerah, pendapatan negara dalam bentuk pajak, dan memberikan multiplier effect (efek berganda) pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industri tersebut," kata Zaki dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Pemerintah sudah melarang ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020, sebagai upaya untuk mendorong pengolahan dan pemurnian bijih nikel di dalam negeri.

Sejak 2014 hingga kini sudah lebih dari 12 smelter nikel baru yang memproses bijih nikel laterit menjadi ferronickel dan nickel pig iron di Morowali, Konawe, dan Pulau Obi. Selain itu juga sudah dibangun dan beroperasi pabrik stainless steel di Morowali sebagai proses lebih lanjut dari ferronickel dan nikel pig iron.

Upaya Indonesia dalam menghentikan ekspor bijih nikel agar bisa diolah dan dimurnikan dulu di dalam negeri sebelum akhirnya diekspor ke luar negeri ini nantinya diproyeksikan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang selama ini dialami Indonesia.

Menurut Zaki, yang sedang menekuni penelitian terkait teknologi pengolahan dan pemurnian bijih nikel laterit berkadar rendah untuk menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik ini, langkah pemerintah saat ini dengan terus mendorong pembangunan industri pengolahan dan pemurnian sudah tepat dan patut didukung.

baca juga

Terkait dengan pengolahan bijih nikel kadar rendah, Indonesia dapat memainkan peranan strategis ke depan dengan tumbuhnya industri mobil listrik yang diperkirakan meningkat pesat di dunia dalam 20 tahun ke depan.

Untuk menuju ke sana, masih banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah dan semua pihak yang terkait. Masih menurut Zaki, pengembangan industri metalurgi proses ini harus melibatkan berbagai bidang keahlian di dalam negeri, tidak saja keahlian metalurgi namun juga mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan yang paling penting adalah kemampuan merancang, membangun, dan mengoperasikan pabrik-pabrik tersebut secara efektif dan efisien.

Pada pabrik-pabrik yang sudah berjalan, perlu diperkuat keterlibatan tenaga-tenaga lokal. Namun menurut Zaki hal ini memang tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Penyiapan SDM harus dilakukan dengan terencana dan terprogram sehingga transfer of knowledge, transfer of skill dan transfer of technology secara gradual dapat dilakukan dengan baik.

“Jadi saya melihat yang sudah dilakukan dengan membangun politeknik seperti di Morowali itu sesuatu yang positif dan perlu dilakukan hal yang sama di tempat lain dalam rangka penyiapan SDM yang pada saatnya dapat mengelola sumber daya mineral di dalam negeri dengan penuh kemandirian”, tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Sultra Tanggapi Isu Penolakan 500 TKA China

Warga Sultra Tanggapi Isu Penolakan 500 TKA China

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2020 | 11:20 WIB

TKA China Didatangkan untuk Alih Teknologi, Fadli Zon: Menghina Akal Sehat

TKA China Didatangkan untuk Alih Teknologi, Fadli Zon: Menghina Akal Sehat

News | Senin, 01 Juni 2020 | 19:11 WIB

Untuk KBL, Menristek Dukung Pemakaian Baterai Lokal

Untuk KBL, Menristek Dukung Pemakaian Baterai Lokal

Otomotif | Sabtu, 23 November 2019 | 08:00 WIB

BPS Sebut Sebelum Dilarang, Pengusaha Jor-joran Ekspor Nikel

BPS Sebut Sebelum Dilarang, Pengusaha Jor-joran Ekspor Nikel

Bisnis | Jum'at, 15 November 2019 | 16:13 WIB

Bahlil: 26 Perusahaan Sepakat Tak Lagi Ekspor Bijih Nikel

Bahlil: 26 Perusahaan Sepakat Tak Lagi Ekspor Bijih Nikel

Bisnis | Selasa, 12 November 2019 | 19:57 WIB

Terkini

Bela Istri yang Ditendang, Pria di Cibinong Tewas Ditikam Saat Beli Gorengan

Bela Istri yang Ditendang, Pria di Cibinong Tewas Ditikam Saat Beli Gorengan

Bogor | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Sempat Jadi Omongan, Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Baru Tiba di NTT 11 Hari Pascagempa

Sempat Jadi Omongan, Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Baru Tiba di NTT 11 Hari Pascagempa

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Komisi III dan Polisi Sepakat Buka Rekening Supriyono alias Botok Hari Ini

Komisi III dan Polisi Sepakat Buka Rekening Supriyono alias Botok Hari Ini

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Raih Hibah United Board 2026, UAJY dan AMSI Kolaborasi Kuatkan Jurnalisme Biodiversitas

Raih Hibah United Board 2026, UAJY dan AMSI Kolaborasi Kuatkan Jurnalisme Biodiversitas

Jogja | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Zaahira, Anak Istimewa yang Merajut Mimpi di Sekolah Rakyat

Zaahira, Anak Istimewa yang Merajut Mimpi di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Soal Tarif Parkir Naik Sampai Rp60 Ribu, Dishub DKI Tegaskan Masih Usulan dan Belum Diputuskan

Soal Tarif Parkir Naik Sampai Rp60 Ribu, Dishub DKI Tegaskan Masih Usulan dan Belum Diputuskan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Review Sore: Istri dari Masa Depan, Cinta, Pilihan, dan Kesempatan Kedua

Review Sore: Istri dari Masa Depan, Cinta, Pilihan, dan Kesempatan Kedua

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Masterpiece yang Carut Marut: Kelebihan dan Kekurangan Film Snake Eyes: G.I. Joe Origins

Masterpiece yang Carut Marut: Kelebihan dan Kekurangan Film Snake Eyes: G.I. Joe Origins

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Minta Kader Tiru Gaya KDM, Herman Khaeron: Rakyat Jabar Memilih Pakai Hati

Minta Kader Tiru Gaya KDM, Herman Khaeron: Rakyat Jabar Memilih Pakai Hati

Jabar | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Pengacara Bantah Isu Febrie Adriansyah Incar Kursi Jaksa Agung: Beliau Mau Pensiun

Pengacara Bantah Isu Febrie Adriansyah Incar Kursi Jaksa Agung: Beliau Mau Pensiun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:58 WIB

×