Perekonomian Warga Sekitar Smelter VDNI Terus Meningkat

Iwan Supriyatna

Senin, 22 Juni 2020 | 07:18 WIB
Perekonomian Warga Sekitar Smelter VDNI Terus Meningkat
Ketua Karang Taruna Desa Paku, Kecamatan Morosi, Dedi.

Suara.com - Rencana hadirnya 500 TKA China yang akan bekerja di PT VDNI dan PT OSS di Konawe terus mendapat beragam reaksi dari berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Karang Taruna di sekitar Kawasan Industri Morosi angkat bicara.

Mereka meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menilai sesuatu hanya dari informasi yang belum pasti kebenarannya.

“Kami selaku pemuda yang ada di lingkar pabrik smelter ini mohon untuk menilai sesuatu hanya dari hal-hal yang beritanya belum tentu benar karena kami khususnya di Morosi ini benar-benar merasakan dampak positif dari kehadiran TKA ini,” ujar Dedi, Ketua Karang Taruna Desa Paku, Kecamatan Morosi, Senin (22/6/2020).

Dedi merasa heran dengan pihak yang sekarang mempermasalahkan kehadiran TKA di wilayah tersebut, karena menurutnya penggunaan TKA sudah dilakukan oleh VDNI dan OSS sejak awal masa pembangunan pabrik smelter beberapa tahun lalu.

“Dari awal perusahaan sudah menggunakan TKA sejak pembangunan smelter, tapi juga dibuktikan dengan pada masa pembangunan mereka hadir dan setelah itu mereka dipulangkan. Saya pribadi ikut mengawal hal tersebut, dan memang dibuktikan,” tegasnya.

Jika yang dipermasalahkan adalah terkait kondisi pandemi Covid-19, Dedi merasa hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan karena pemerintah sudah sudah menegaskan akan menggunakan protokol kesehatan yang ketat ketika TKA asal China tersebut nantinya datang. Ia bahkan mendukung rencana kedatangan TKA tersebut.

“Berdasarkan pengumuman pemerintah, mereka juga mengikuti protokol Covid-19. Pihak perusahaan juga sudah menjelaskan bahwa TKA yang hadir ini adalah tenaga kerja yang akan mempercepat pembangunan dari pabrik smelter. Jadi tidak ada salahnya, bahkan kami mendukung,” tambahnya.

Ia menyadari, kehadiran VDNI dan OSS di Kawasan Industri Morosi telah memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Sehingga, ia selaku pemuda di Kecamatan Morosi ini sangat mendukung program investasi tersebut agar dapat berjalan dengan cepat sehingga nantinya ketika pabrik sudah berdiri, serapan tenaga kerja juga akan semakin besar.

baca juga

“Yang jelas manfaat dan dampak positif terhadap kami selaku masyarakat yang ada di lingkar pabrik ini, kami merasa sangat terbantukan terutama mengenai peningkatan ekonomi kami dan juga menurunnya angka pengangguran di daerah kami,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, sejak hadirnya VDNI dan OSS begitu banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat di sekitar pabrik. Contohnya adalah meningkatnya pendapatan warga, pemberdayaan masyarakat yang bukan hanya terkait penyerapan tenaga kerja, tapi juga makin berkembangnya UKM di sekitar pabrik tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

VDNI Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal di Sultra

VDNI Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal di Sultra

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2020 | 09:55 WIB

Kedatangan 500 TKA ke Sultra Disetujui Demi Kemajuan Daerah

Kedatangan 500 TKA ke Sultra Disetujui Demi Kemajuan Daerah

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2020 | 09:21 WIB

Warga Sultra Tanggapi Isu Penolakan 500 TKA China

Warga Sultra Tanggapi Isu Penolakan 500 TKA China

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2020 | 11:20 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×