alexametrics

Gegara Corona, Pendapatan di Sektor Pelayaran Anjlok Hingga 100 Persen

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Gegara Corona, Pendapatan di Sektor Pelayaran Anjlok Hingga 100 Persen
Ilustrasi corona dan peta Indonesia

"Penumpang cuma 50 persen, berubah menjadi kapal barang."

Suara.com - Pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengungkapkan usaha pelayaran sangat terdampak covid-19. Bahkan, covid-19 telah menggrogoti pendapatan di sejktor pelayaran.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menjelakan, pendapatan usaha pelayaran yang mengangkut penumpang anjlok 75-100 persen. Hal ini dikarenakan sempat ada larangan kapal membawa penumpang.

"Selain itu, penutupan pelabuhan dari bupati atau gubernur tidak memperbolehkan ada kapal yang dateng. Penumpang cuma 50 persen, berubah menjadi kapal barang," ujar Carmelita dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (25/6/2020).

Sedangkan, lanjut Carmelita, meskipun logistik tetap jalan dari sektor kontainer juga ikut terdampak yang pendapatannya turun 10-25 persen.

Baca Juga: Tambah 415 Kasus Baru, Virus Corona di Filipina Tembus 30 Ribu

Sementara, sektor kapal curah kering, liquid tanker, tug and barges juga mengalami penurunan pendapatan sekitar 25-50 persen

"Untuk general cargo, memang agak berat karena demand pengangkutan berkurang kapal-kapal kecil, mengangkut consumer goods, dimasukin juga kapal-kapal tol laut , biasanya daerah 3T, dan itu jenis nya bertambah," ucap Carmelita.

Dalam hal ini, Carmelita dan perusahan pelayaran telah melakukan efisiensi untuk tetap bertahan, diantaranya mengurangi biaya dinas luar kota yang tak terlalu penting.

"Kemudian kami juga melakukan penyetopan sementara operasi beberapa kapal karena kekurangan carter atau kargo angkutan serta melakukan negoisasi kontrak dengan pengguna jasa agar tak memutus kontrak," tutup Carmelita.

Baca Juga: Kasus Corona di DKI Bergeser, 27 RW Masuk Zona Merah

Komentar