Pandemi Covid-19 Bikin Kekayaan Dua Bos Perusahaan Teknologi Ini Meroket

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Pandemi Covid-19 Bikin Kekayaan Dua Bos Perusahaan Teknologi Ini Meroket
Pendiri dan bos Facebook, Mark Zuckerberg (Shutterstock).

Dari total pendapatan pengusaha asal AS tersebut, mayoritas diantaranya bersumber dari perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Suara.com - Meskipun perekonomian dunia tengah merosot akibat pandemi Covid-19, tapi para pengusaha asal Amerika Serikat berhasil menambah pundi-pundi kekayaan. Tidak tanggung-tanggung total kekayaannya mencapai 565 miliar dolar AS atau sekitar Rp 7,91 kuadriliun.

Dari total pendapatan pengusaha asal AS tersebut, mayoritas diantaranya bersumber dari perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Tiga bulan terakhir ini, pendiri sekaligus CEO Amazon Jeff Bezos berhasil mendapatkan laba bersih senilai 36,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 507,2 triliun. Sedangkan CEO Facebook Mark Zuckerberg, meraup keuntungan sebesar 30,1 miliar dolar AS atau setara Rp 421,7 triliun.

Menurut laporan Institute for Policy Studies, total kekayaan miliarder AS saat ini sekarang mencapai 3,5 triliun dolar AS, naik 19 persen dari titik terendahnya di awal pandemi, tepat pada 18 Maret lalu.

Selain itu, jika diakumulasikan, penghasilan CEO Tesla Elon Musk, pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page, serta mantan CEO Microsoft Steve Ballmer meroket sebesar 13 miliar dolar AS atau Rp 182,1 kuadriliun.

Elon Musk, pendiri SpaceX, saat berbicara dalam acara Satelit 2020 di Washington Convention Center (9/3/2020), Washington, D.C. Amerika Serikat. NASA berikan  kontrak untuk tiga perusahaan luar angkasa termasuk yang dimiliki Elon Musk (SpaceX), dan Jeff Bezos (Blue Origin dan Dynetics) [AFP/Brendan Smialowski]..
Elon Musk, pendiri SpaceX. [AFP/Brendan Smialowski]..

Institute for Policy Studies menghitung kekayaan miliarder berdasarkan data yang didapat dari daftar Forbes Global Billionaires, yang mencakup penilaian (real time) atas kekayaan bersih, dan membandingkannya dengan kekayaan miliarder yang dilaporkan pada 18 Maret.

Menanggapi lonjakan keuntungan yang didapat para pengusaha teknologi, sejumlah pakar ekonomi mengatakan bahwa krisis keuangan yang dipicu oleh pandemi Covid-19 hanya akan semakin menjelaskan adanya ketimpangan finansial di Negeri Paman Sam.

"Pasar saham anjlok, dan terlepas dari ekonomi riil, ini memperburuk masalah ketidaksetaraan keuangan," tutup Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Global di Invesco kepada CNN, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Minggu (7/6/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS