Tiga Pelaku Usaha Ini Beberkan Strategi Bisnis Online di Tengah Pandemi

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Tiga Pelaku Usaha Ini Beberkan Strategi Bisnis Online di Tengah Pandemi
Strategi bisnis online di tengah pandemi

Pelaku usaha memaksimalkan media sosial agar customer tetap mengetahui produk-produk terkini.

Suara.com - Pandemi Covid-19 ini membuat keberlangsungan usaha tersendat. Banyak dunia usaha yang hampir bangkrut karena banyak keterbatasan akibat pandemi ini.

Sehingga, para pelaku usaha harus memutar otak kembali mencari ide yang terbaik agar bisa bertahan. Salah satunya dengan beralih dari penjualan offline menjadi online.

Langkah itu diambil oleh Ayu yang sebagai owner cafe bertema kucing The Cat Cabin. Ayu mengaku selama pandemi usahanya tak memiliki pemasukan, akibat aturan yang tak Diperbolehkannya cafe buka.

Padahal, Ayu harus mengeluarkan beban operasional seperti perawatan kucing, biaya sewa, hingga gaji karyawan. Namun, Ayu tak patah arang dan mengandalkan merchandise untuk pemasukan sementara.

"Jadi kita seriusin buat merchandise, akhirnya kita buka dua onlines shop, pertama Shopee dan Shopee pay. Kalau Shopee pay jadi orang bisa beli tiket dengan dapet diskon. Jadi kaya nabung, Nanti mereka dateng engga bayar lagi, ada juga anuall pass 10 hari dengan harga yang lebih murah. Kalau Merchandisenya kita buat kemeja dengan photo-photo kucing kita," ujar Ayu dalam Sebuah Webinar: Strategi Bisnis Online di Tengah Pandemi, Jumat (26/6/2020).

Cara yang Ayu lakukan juga dilakukan oleh Shalahuddin yang memiliki usaha penerbitan buku. Karena adanya pandemi toko buku tutup, Shalahuddin pun menggiring para penggemar buku untuk membeli secara.

Shalahuddin pun langsung menyiapkan kanal-kanal pembelian online agar mulai dari Shopee hingga Tokopedia,

"Jadi Kita mengarahkan ke pembeli untuk beli online, jadi bisa beli lewat WhatsApp, Facebook, Instagram atau di Shopee serta tokopedia," ucap Shalahuddin.

Di kesempatan yang sama, pelaku usaha pakaian Popytom, Apriladha Putri juga memaksimalkan media sosial agar customer tetap mengetahui produk-produk terkini.

Misalnya, April sapaan akrabnya, selalu menggunakan Instagram Stories untuk memperkenalkan kembali piyama dan daster yang dijualnya.

"Selain itu, kita WhatsApp story, kita juga nanya temen-temen, kita ads instagram. Kemudian kita juga endorse ke beberapa influencer. Terakhir kita selalu posting testimoni customer ini penting untuk membuktikan kepercayaan," kata April.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS