TKA China di Konawe Tingkatkan Skill Pekerja Lokal

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 29 Juni 2020 | 13:31 WIB
TKA China di Konawe Tingkatkan Skill Pekerja Lokal
TKA asal China mendarat di Bandara Haluoleo Kendari pada Selasa (23/6/2020) malam. [Antara]

Suara.com - Setelah menuai polemik di kalangan warga, sebanyak 156 orang WNA (Warga Negara Asing) gelombang pertama dari 500 TKA China tiba di Bandara Haluoleo, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 156 WNA ini merupakan TKA China yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Stell (OSS) yang berada di Morosi Kabupaten Konawe.

Konon ratusan pekerja asing ini merupakan pekerja ahli yang akan menyelesaikan pembangunan 33 tungku smelter di Morosi, diharapkan dari datangnya pekerja ahli ini bisa menelurkan transfer teknologi dan transfer ilmu yang disyaratkan pemerintah.

Hal ini pun diakui oleh karyawan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang kemampuannya bertambah sejak bekerja di perusahaan tersebut.

“Waktu enam bulan bekerja di VDNI, perusahaan membuat program mengirim karyawan ke China untuk belajar bahasa mandarin, teknik smelter dan lain-lain. Kita ke sana belajar sekitar satu tahun,” ujar Sukal Septi Sari, Translator Penanggung Jawab Teknik dan Lapangan dalam keterangannya, Senin (29/6/2020).

Septi yang sudah bekerja di VDNI selama lebih dari dua tahun merasakan sendiri manfaat dari diberlakukannya sistem transfer teknologi atau transfer ilmu yang diterapkan perusahaan.

“Kemampuan mandarin saya bertambah. Pengetahuan mengenai dunia smelter juga bertambah,” tambahnya.

Transfer teknologi ini pula yang manfaatnya dirasakan langsung oleh karyawan lain, Ruli Darmadi yang bekerja sebagai koordinator smelter 1, 2 dan 3 di PT VDNI. Ruli adalah warga asli Morosi yang bekerja sejak tahun 2016 dan saat ini bertugas untuk mengawasi kelancaran produksi, mulai dari karyawan hingga alat-alat yang digunakan.

“Kami di sini bekerja dengan TKA asal China, yang otomatis kedisiplinannya sangat tinggi. Lalu yang tadinya kami tidak tahu apa itu pabrik nikel, sekarang karyawan Indonesia sudah mulai bisa. Walaupun kami belum menguasai 100 persen, tapi kami diajarkan dan dituntut untuk terus belajar,” terangnya.

baca juga

Menurutnya, perbandingan pekerja asing dan Indonesia saat ini dengan dulu sudah jauh menurun. Pada masa awal pembangunan pabrik, perbandingan TKA asal China dengan Indonesia dikatakannya hampir merata.

“Tapi saat ini alhamdulillah karena sudah banyak karyawan Indonesia yang belajar sistem produksinya, mungkin sekarang tinggal 20 persen TKA dan 80 persen pekerja lokal. Karena ada alat-alat yang kami juga belum bisa tangani, jadi kami masih butuh teknisi-teknisi untuk membantu dan mengajarkan,” ujar Ruli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKA China yang Masuk ke Sultra Pakai Visa Kerja

TKA China yang Masuk ke Sultra Pakai Visa Kerja

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2020 | 13:46 WIB

Tenaga Kerja Asing Justru Bisa Transfer Teknologi ke Masyarakat Daerah

Tenaga Kerja Asing Justru Bisa Transfer Teknologi ke Masyarakat Daerah

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2020 | 10:52 WIB

Mendarat di Bandara Haluoleo, 156 TKA China Dikawal Ketat Polisi dan TNI

Mendarat di Bandara Haluoleo, 156 TKA China Dikawal Ketat Polisi dan TNI

Jatim | Rabu, 24 Juni 2020 | 10:35 WIB

Terkini

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

×