Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Sri Mulyani Berharap di Kuartal 3, Ekonomi Sudah Tak Lagi di Zona Kontraksi

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 07 Juli 2020 | 18:51 WIB
Sri Mulyani Berharap di Kuartal 3, Ekonomi Sudah Tak Lagi di Zona Kontraksi
Sri Mulyani (kemenkeu.go.id)

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap ekonomi Indonesia pada kuartal 3 sudah tidak lagi berada di zona kontraksi

Pernyataan tersebut disampaikannya, karena pemerintah melakukan segala upaya untuk bisa kembali membangkitkan perekonomian nasional usai mengalami tekanan pandemi Covid-19.

"Tujuannya itu adalah agar ekonomi bergerak, agar di kuartal 3 ekonomi kita bisa bangkit, sehingga kita tidak berada lagi di zona kontraksi," kata Sri Mulyani dalam acara peluncurkan program penjaminan kredit modal kerja bagi UMKM yang dilakukan secara virtual,  Selasa (7/7/2020).

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan senjata program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Lantaran itu, pemerintah telah kembali menambah anggaran untuk PEN sebesar Rp 18 triliun. Dengan penambahan ini, total biaya penanganan Covid-19 meningkat menjadi Rp 695,2 triliun dari sebelumnya yang direncanakan sebesar Rp 677,2 triliun.

Selain itu, pemerintah juga akan mengebut serapan belanja negara, khususnya adalah belanja modal yang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi di kuartal 3 ini.

"Pemerintah juga mempercepat belanja yang ada di APBN sehingga bisa mendorong kebangkitan ekonomi agar meningkat di kuartal 3 dan 4," katanya.

Dengan segala upaya tersebut Sri Mulyani berharaptekonomi Indonesia bisa kembali bangkit usai sepanjang Kuartal 2 mengalami kontraksi yang cukup dalam. Dia juga bilang bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin melihat ekon segera bangkit.

"Kami siap bekerja sama dengan semua institusi apakah perbankan, OJK dan dunia usaha. Sekarang fokus di UMKM tapi kami akan mendukung seluruh sektor usha yang ada agar menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

Untuk informasi, Pemerintah telah meluncurkan program penjaminan modal kerja bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara virtual, Selasa (7/7/2020). Program ini merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Andalkan BI Beli SBN Rp 397 Triliun Buat Program PEN

Sri Mulyani Andalkan BI Beli SBN Rp 397 Triliun Buat Program PEN

Bisnis | Senin, 06 Juli 2020 | 19:48 WIB

Jokowi Minta Kejagung hingga KPK Awasi Pelaksanaan Program PEN

Jokowi Minta Kejagung hingga KPK Awasi Pelaksanaan Program PEN

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 11:33 WIB

Sri Mulyani Bakal Selamatkan Ekonomi Indonesia Lewat Investasi

Sri Mulyani Bakal Selamatkan Ekonomi Indonesia Lewat Investasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 20:07 WIB

Terkini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:38 WIB