Sri Mulyani Andalkan BI Beli SBN Rp 397 Triliun Buat Program PEN

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 06 Juli 2020 | 19:48 WIB
Sri Mulyani Andalkan BI Beli SBN Rp 397 Triliun Buat Program PEN
Sri Mulyani (kemenkeu.go.id)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah menyepakati skema burden sharing atau berbagi beban dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Terdapat tiga Skema yang disepakati keduanya.

Dalam skema ini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengandalkan BI untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 397,56 triliun untuk kebutuhan yang sifatnya manfaat hidup masyarakat atau public goods dengan rincian bidang kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, bidang perlindungan sosial sebesar RP 203,9 triliun dan sektoral, kementerian lembaga, pemda Rp 106,1 triliun.

"Rp 397,56 triliun, Bapak Gubernur BI dan saya setuju bahwa untuk belanja public goods akan diterbitkan SBN (Surat Berharga Negara) yang langsung dibeli BI dengan suku bunga BI reverse repo rate akan ditanggung BI seluruhnya," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/7/2020).

Menurut Sri Mulyani, pihaknya akan segera menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait skema burden sharing tersebut. Wanita yang akrab disapa Ani menegaskan, SKB ini merupakan pelengkap dari SKB pertama yang mana BI tetap akan siap menjadi pembeli SBN.

"Dalam hal ini SKB pertama 16 april tetap berlangsung, tetap berlaku di mana BI tetap akan jadi standby buyers dari mekanisme pasar," jelas Sri Mulyani.

Dalam jalankan skema ini, Sri Mulyani bersama Gubernur BI tetap menjaga kaidah kebijakan fiskal dan moneter yang prudent. Dijalankannya kebijakan ini juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi tingkat kemiskinan.

"Kami dengan BI akan terus mengawal dampak pendanaan dan burden sharing terhadap keseluruhan tujuan ekonomi, yaitu pemulihan ekonomi dan dampak terhadap inflasi dan Nilai Tukar rupiah akan tetap terjaga dan dijaga komitemen penuh dari BI dan pemerintah," ucap dia.

Untuk diketahui, kesepakatan ini Menkeu dengan Gubernur BI terbagi beberapa skema, pertama yang sifatnya untuk manfaat hidup masyarakat atau public goods dengan dana sekitar Rp 397,56 triliun.

Kemudian, kedua, untuk kategori belanja yang sifatnya adalah untuk dukungan dunia usaha UMKM dan korporasi yaitu sebesar Rp 123,46 triliun yang mana burden sharing dari sisi bunga pemerintah dan BI bersepakat suku bunga pasar itu akan dibagi dua Bank Indonesia akan menanggung sebesar suku bunga dari perbedaan suku bunga pasar sampai dengan 1 persen di bawah BI Reserve Repo Rate.

baca juga

Dan ketiga, untuk kategori kelompok non-public goods lainnya sebesar Rp 329,03 triliun akan dipenuhi lewat SBN dengan mekanisme pasar yang mana beban bunganya 100 persen ditanggung pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tutupi Bolong Anggaran, Sri Mulyani Kejar Penerbitan SBN Rp 900,4 Triliun

Tutupi Bolong Anggaran, Sri Mulyani Kejar Penerbitan SBN Rp 900,4 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2020 | 10:41 WIB

Sri Mulyani Klaim Dampak Covid ke Ekonomi Indonesia Tak Separah Negara Lain

Sri Mulyani Klaim Dampak Covid ke Ekonomi Indonesia Tak Separah Negara Lain

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2020 | 14:26 WIB

BI dan Kemenkeu Tanggung Biaya Pemulihan Ekonomi Rp 903,46 Triliun

BI dan Kemenkeu Tanggung Biaya Pemulihan Ekonomi Rp 903,46 Triliun

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 15:12 WIB

Terkini

Tas Coach Asli Made In Mana? Ini Negara Tempat Produksinya

Tas Coach Asli Made In Mana? Ini Negara Tempat Produksinya

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Geger di Ciamis, Pria ODGJ Bacok 2 Polisi, Berakhir Tewas Diamuk Warga

Geger di Ciamis, Pria ODGJ Bacok 2 Polisi, Berakhir Tewas Diamuk Warga

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:49 WIB

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:45 WIB

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

×