Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sawah Mulai Beralih Fungsi, Produksi Padi Terus Turun

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 21 Juli 2020 | 11:07 WIB
Sawah Mulai Beralih Fungsi, Produksi Padi Terus Turun
Sejumlah petani menanam bibit padi pada musim penghujan di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. (Suara.com/Anang Firmansyah)

Suara.com - Produksi padi nasional dalam kurun waktu 19 tahun terakhir tak mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan 4 tahun terakhir ini produksinya selalu turun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya karena alih fungsi lahan pertanian.

"Kalau melihat data dalam 19 tahun terakhir ini produksi padi kita tidak banyak perubahan, bahkan 4 tahun kebelakang ini produksinya selalu turun," kata Pengamat Pertanian Dwi Andreas Santosa dalam sebuah diskusi secara virtual bertajuk 'Menyikapi Langkah Semu New Normal Dalam Pemulihan Ekonomi' Selasa (21/7/2020).

Lantas bagaimana dengan tahun ini, apakah produksi padi akan berkurang saat adanya pandemi virus corona atau Covid-19?

Andreas menjawab, masyarakat tidak perlu khawatir, karena dirinya memprediksi kebutuhannya akan cukup.

"Sepertinya iklim tahun ini akan jauh lebih baik, karena masih akan banyak hujan yang turun, kita tidak perlu kuatir karena produksinya akan sama dengan tahun lalu," ucapnya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Andreas, mencatat produksi beras pada tahun lalu sebesar 31,31 juta ton angka ini turun 7,75 persen dari produksi tahun 2018 yang sebanyak 33,94 juta ton.

Kala itu lanjut Andreas pemicunya adalah kemarau panjang yang terjadi sehingga produksi beras turun.

Tak hanya itu luas lahan pertanian juga mengalami penyusutan yang cukup signifikan, dalam waktu 7 tahun terakhir 7,4 juta hektar lahan sawah beralih fungsi, dimana akan mengurangi sekitar 1 juta ton produksi padi nasional.

Andreas menuturkan, luas panen padi pada 2019 mencapai 10,68 juta hektare, turun 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya 11,38 juta hektare.

baca juga

Alhasil, produksi gabah kering giling (GKG) hanya mencapai 54,6 juta ton, turun 7,76 persen dibandingkan 2018 sebesar 59,2 juta ton. Maka dari itu, produksi beras turun.

"Maka tak heran kalau Presiden merasa risau dengan data tersebut," ucap Andreas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lahan Sawah Tergerus Pembangunan, Pemkab Kulon Progo Siapkan Lahan Baru

Lahan Sawah Tergerus Pembangunan, Pemkab Kulon Progo Siapkan Lahan Baru

Jogja | Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:17 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Minta Beras yang Susut Jangan Dibayar

Ketua DPRD Kota Serang Minta Beras yang Susut Jangan Dibayar

Banten | Rabu, 08 Juli 2020 | 19:55 WIB

Aneh! Beras 10 Kg untuk Bansos Orang Miskin di Serang Hilang 300 Gram

Aneh! Beras 10 Kg untuk Bansos Orang Miskin di Serang Hilang 300 Gram

Banten | Rabu, 08 Juli 2020 | 09:38 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×