Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

M Nurhadi

Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB
IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini
Pergerakan IHSG terus melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). [Antara].
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia melonjak 0,46 persen ke level 6.988,92 pada perdagangan Senin pagi, 4 Mei 2026.
  • Penguatan indeks didorong oleh sentimen positif meredanya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
  • Investor memantau rilis data ekonomi makro domestik serta AS untuk mengantisipasi arah kebijakan moneter dan stabilitas fiskal.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali pekan ini dengan performa positif. Pada pembukaan perdagangan Senin pagi (4/5/2026), indeks terpantau melonjak 32,12 poin atau menguat sekitar 0,46 persen ke level 6.988,92.

Pergerakan ini menjadi sinyal menarik bagi para pelaku pasar yang tengah menanti arah kebijakan ekonomi global maupun domestik.

Meskipun menunjukkan tren kenaikan di awal sesi, para investor terpantau masih bersikap selektif dan cenderung hati-hati. Kekuatan pasar hari ini didorong oleh kombinasi antara ekspektasi stabilitas geopolitik di Timur Tengah serta penantian terhadap rilis data ekonomi makro yang krusial dari Amerika Serikat dan Indonesia.

Salah satu faktor eksternal utama yang menjadi motor penggerak penguatan indeks hari ini adalah perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pelaku pasar global memberikan atensi besar pada potensi putaran baru pembicaraan damai yang dimediasi melalui pihak ketiga.

Kabar mengenai pengiriman proposal perdamaian baru dari Iran kepada AS melalui Pakistan sempat memberikan napas lega pada akhir pekan lalu.

Kondisi ini secara langsung berdampak pada pelandaian harga minyak mentah global, yang secara historis sering menjadi katalis positif bagi pasar saham negara importir minyak seperti Indonesia.

Meski Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan ketidakpuasannya terhadap detail proposal tersebut, pasar tetap melihat adanya ruang dialog sebagai langkah de-eskalasi konflik.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa selain isu geopolitik, fokus investor saat ini tertuju pada data ekonomi dari Negeri Paman Sam.

"Dari data ekonomi, investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan data sektor jasa ISM (Institute for Supply Management)," kata Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Data tenaga kerja dan indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa dari Institute for Supply Management (ISM) dianggap sebagai prediktor utama arah kebijakan suku bunga bank sentral AS di masa depan. J

ika data menunjukkan pendinginan ekonomi yang moderat, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat semakin kuat, yang kemudian menjadi angin segar bagi aliran modal ke pasar berkembang (emerging markets).

Faktor Domestik: Banjir Data Ekonomi dan Evaluasi Fiskal

Dari dalam negeri, penguatan IHSG juga didukung oleh antisipasi investor terhadap rilis data ekonomi nasional yang dijadwalkan keluar sepanjang pekan ini.

Pekan pertama Mei 2026 menjadi periode yang sangat padat bagi kalender ekonomi Indonesia. Pelaku pasar menanti angka indeks manufaktur (PMI), performa neraca perdagangan, hingga angka inflasi terbaru yang dijadwalkan rilis pada hari ini, 4 Mei 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan

Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:12 WIB

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:13 WIB

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:43 WIB

15 Saham Antre IPO: Mayoritas Perusahaan Besar, Ini Rinciannya

15 Saham Antre IPO: Mayoritas Perusahaan Besar, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:17 WIB

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:18 WIB

Terkini

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:28 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB