Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Dythia Novianty

Senin, 04 Mei 2026 | 11:08 WIB
Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]
baca 10 detik
  • Gubernur BI, Perry Warjiyo, bertemu investor di Singapura untuk membahas penguatan stabilitas nilai tukar rupiah dan ekonomi Indonesia.
  • BI menerapkan bauran kebijakan moneter terintegrasi untuk memitigasi risiko global serta menjaga inflasi tetap berada dalam target sasaran.
  • Sinergi kebijakan moneter dan fiskal diproyeksikan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap solid di tengah berbagai tantangan ketidakpastian global.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, melakukan pertemuan strategis dengan sejumlah investor di Singapura.

Dalam kesempatan tersebut, Perry menekankan komitmen kuat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan dinamika geopolitik di Timur Tengah, melalui penguatan strategi kebijakan moneter yang adaptif.

Perry menjelaskan bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia kini telah berevolusi menjadi sebuah bauran kebijakan yang terintegrasi (integrated monetary policy mix) untuk memitigasi berbagai risiko eksternal.

"Strategi ini mencakup penyesuaian struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil (yield) instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna menjaga daya tarik aset domestik dan memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap tangguh bagi para investor global," katanya dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).

Dalam paparannya, Perry menguraikan tiga pilar utama kebijakan yang dijalankan Bank Indonesia saat ini.

Pertama, kebijakan suku bunga yang difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran.

Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)

Kedua, stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing secara rutin guna mencegah pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan harga di dalam negeri.

Ketiga, pengelolaan likuiditas domestik yang ketat untuk menjamin kecukupan sistem keuangan nasional.

"Ketiga instrumen ini dijalankan secara bersamaan dan saling melengkapi. Ini mencerminkan pendekatan kami yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global yang sangat cepat berubah," ujar Perry Warjiyo.

baca juga

Lebih lanjut, sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal turut menjadi faktor kunci penguat ketahanan ekonomi nasional.

Berkat koordinasi erat antara Pemerintah dan BI, inflasi pada tahun 2026 diperkirakan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap solid pada rentang 4,9 hingga 5,7 persen, yang menunjukkan resiliensi domestik yang luar biasa di tengah tekanan global.

Selain fokus pada kebijakan moneter, BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan.

Salah satunya adalah melalui pemberian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.

Di sisi lain, digitalisasi sistem pembayaran terus dipercepat melalui pengembangan QRIS, transaksi lintas negara berbasis mata uang lokal (Local Currency Transactions), serta penguatan infrastruktur pembayaran ritel guna meningkatkan inklusi keuangan.

Dia menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam menjaga resiliensi ekonomi Indonesia menghadapi tantangan dunia.

Fondasi fundamental kokoh dan kebijakan yang kredibel menjadikan Indonesia tetap sebagai destinasi investasi yang menjanjikan, didukung oleh penguatan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai prioritas utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:32 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×