Pupuk Kaltim Kembangkan PreciPalm, Inovasi Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:55 WIB
Pupuk Kaltim Kembangkan PreciPalm, Inovasi Teknologi Pertanian Kelapa Sawit
Petani sawit sedang memanen buah kelapa sawit. [dipenda.pekanbaru.go.id]

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengembangkan inovasi penerapan pertanian presisi sebagai langkah antisipasi disrupsi industri, berupa pemanfaatan teknologi informasi untuk menentukan rekomendasi pemupukan presisi dengan menggunakan teknologi satelit untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta mengolah informasi keragaman spasial dan temporal pada lahan kebun kelapa sawit, yang dinamakan PreciPalm (Precision Agriculture Platform for Oil Palm).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, Precipalm dapat menyediakan informasi mengenai kondisi nutrisi unsur makro lahan kelapa sawit secara cepat dan presisi dalam bentuk peta digital lahan, yang diolah dari citra satelit dan model matematis.

Informasi karakteristik lahan ini kemudian digunakan untuk menjadi dasar dalam menghasilkan rekomendasi pemupukan N (Nitrogen), P (Phosphor), K (Kalium) dan Mg (Magnesium), serta dapat digunakan untuk pemantauan kondisi nutrisi lahan perkebunan paska pemupukan secara realtime.

“PreciPalm merupakan solusi pertanian presisi berbasis satelit pertama di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawit. PreciPalm dapat memberikan manfaat dalam mendukung efektifitas manajemen pemeliharaan kebun kelapa sawit di Indonesia," kata Bakir ditulis Selasa (25/8/2020).

Menurut Bakir, inovasi PreciPalm yang merupakan bagian dari transformasi bisnis Pupuk Indonesia Grup ini akan meningkatkan daya saing produk pupuk Perseroan di era industri 4.0.

Pertanian presisi merupakan upaya efektif untuk mendapat keuntungan optimal dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian linkungan.

“PreciPalm menjadi salah satu rencana strategis dalam transformasi bisnis PI Grup, dimana Perusahaan dituntut untuk mampu fokus pada customer oriented,” terang Bakir.

PreciPalm memberikan prospek yang sangat baik untuk mendukung pemasaran pupuk NPK non subsidi. Prospek pemanfaatan Precipalm menurut Bakir juga sangat strategis, karena baru Pupuk Indonesia melalui Pupuk Kaltim yang memiliki solusi rekomendasi pemupukan berbasis satelit.

Petani sawit dapat fokus pada peningkatan produktivitas kebun sawit dengan menerapkan prinsip pertanian presisi sebagai cara menuju pertanian modern, seperti yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.

baca juga

“PreciPalm dapat menjadi cikal bakal penopang kesuksesan PI Grup dalam mengimplementasikan solusi pertanian melalui rekomendasi pemupukan presisi,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Pupuk Kaltim Meizar Effendi menambahkan, pesatnya perkembangan pertanian yang menuntut adanya pengembangan inovasi, menjadi dasar terwujudnya PreciPalm Pupuk Kaltim yang bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“PreciPalm menjadi konsep pertanian cerdas (smart farming) untuk mengoptimalkan peningkatan hasil pertanian secara kualitas dan kuantitas, dengan efisiensi penggunaan sumber daya,” kata Meizar.

Setelah launching pada Desember 2018, lalu uji lapang di kebun sawit PTPN 3, PTPN 5 dan PTPN 7 pada kuartal pertama 2019, saat ini Pupuk Kaltim telah memasuki tahap komersialisasi PreciPalm untuk dipasarkan pada konsumen, baik korporasi maupun petani kelapa sawit.

Sebagai tindaklanjut, pada Senin (24/8) Pupuk Kaltim melaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi SDM Pupuk Kaltim dalam bidang pertanian presisi dan Precipalm.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi di bidang pertanian presisi, penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis yang dibutuhkan dalam mengoperasionalkan PreciPalm.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap karyawan Pupuk Kaltim dapat siap memberikan agro services solution sebagai added value yang diberikan kepada konsumen,” terang Meizar.

Pengembangan PreciPalm juga diapresiasi oleh Rektor IPB Prof. Arif Satria. Ia menilai bahwa PreciPalm merupakan langkah awal yang baik untuk pengembangan industri 4.0 di bidang pertanian.

Saat ini, IPB juga sedang melakukan uji coba dengan robot khusus pemupukan dan robot khusus panen sawit. Robot dilengkapi kamera dan sensor, yang akan mengetahui apakah sawit layak panen atau tidak. Jika dianggap belum layak, maka akan dilewatkan.

“Inovasi robotics ini tentunya perlu dikembangkan, karena pengukuran yang dihasilkan sudah presisi melalui instrument,” terang Arif Satriya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawanan Gajah Liar Mengamuk Rusak Puluhan Hektar Kebun di Aceh

Kawanan Gajah Liar Mengamuk Rusak Puluhan Hektar Kebun di Aceh

Foto | Senin, 24 Agustus 2020 | 17:55 WIB

Industri Sawit Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Industri Sawit Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:08 WIB

Pidato Kenegaraan, Jokowi Mau B30 Tahun Ini Bisa Diproduksi

Pidato Kenegaraan, Jokowi Mau B30 Tahun Ini Bisa Diproduksi

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:27 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×