Ubin dan Keramik Asal India dan Vietnam Kini Kena Pajak

Chandra Iswinarno

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 18:35 WIB
Ubin dan Keramik Asal India dan Vietnam Kini Kena Pajak
Ilustrasi Pajak (dok istimewa)

Suara.com - Dalam rangka mendukung industri dalam negeri, khususnya terhadap industri ubin keramik, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah melakukan perubahan terhadap Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.010/2018 tentang pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Terhadap Impor Produk Ubin Keramik.

Perubahan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 111/PMK.010/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/ PMK.010/2018 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan  (BMTP) terhadap Impor Produk Ubin Keramik.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu menyampaikan bahwa isi PMK Nomor 111/PMK.010/2020 secara garis besar adalah mengeluarkan Negara India dan Vietnam dari daftar negara yang dikecualikan terhadap pengenaan BMTP ubin keramik sesuai PMK 119/PMK.010/2018

Dengan diberlakukannya PMK perubahan ini, maka India dan Vietnam dikenakan BMTP atas impor ubin keramik.

Adapun besaran serta jangka waktu pengenaan BMTP terhadap impor ubin keramik tidak mengalami perubahan dari PMK sebelumnya, di mana BMTP pada tahun pertama dikenakan sebesar 23 persen, tahun kedua sebesar 21 persen dan tahun ketiga sebesar 19 persen dengan periode pengenaan hingga Oktober 2021.

Pengenaan BMTP ubin keramik dari India dan Vietnam didasarkan pada data melonjaknya impor ubin keramik dari kedua negara tersebut, setelah dikecualikan dari pengenaan BMTP sesuai PMK 119/PMK.010/2018.

"Berdasarkan evaluasi Kementerian Perdagangan pada Desember 2019, impor ubin keramik dari India dan Vietnam pada periode 2018-2019 melonjak masing-masing sebesar 22,72 persen dan 6,58 persen,” ujar Febrio.

Berdasarkan data importasi tersebut di atas serta merujuk pada Article 9.1 WTO Agreement on Safeguards, India dan Vietnam dapat dikeluarkan dari daftar negara yang dikecualikan dari pengenaan BMTP.

Hal tersebit dikarenakan pangsa impor dari negara-negara tersebut telah melebihi tiga persen.

baca juga

Pada PMK 119/PMK.010/2018, pemerintah telah mengenakan BMTP terhadap produk ubin keramik yang cukup efektif dalam menekan produk impor, khususnya produk ubin keramik dari RRC yang menurun cukup signifikan.

Namun, pada saat bersamaan terjadi lonjakan yang cukup signifikan terhadap importasi dari India dan Vietnam yang kembali menekan industri dalam negeri.

Sehingga, pemerintah berupaya untuk mengefektifkan dukungan dan perlindungan terhadap industri dalam negeri dengan mengenakan safeguards terhadap ubin keramik dari India dan Vietnam.

“Dengan diberlakukannya PMK perubahan ini, pemerintah berkomitmen untuk mendukung industri dalam negeri, khususnya industri ubin keramik, untuk dapat kembali bersaing dengan produk impor yang membanjiri pasar dalam negeri,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Diminta Tagih Piutang Pajak ke Perusahaan

Sri Mulyani Diminta Tagih Piutang Pajak ke Perusahaan

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2020 | 15:15 WIB

Puluhan Rumah Elit di Surabaya Tunggak Pajak PBB

Puluhan Rumah Elit di Surabaya Tunggak Pajak PBB

Jatim | Minggu, 23 Agustus 2020 | 11:10 WIB

Sri Mulyani Umumkan Pajak Kertas Media Cetak Ditanggung Pemerintah

Sri Mulyani Umumkan Pajak Kertas Media Cetak Ditanggung Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 13:43 WIB

Terkini

Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia

Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Melankolis! RIIZE Ungkap Kegalauan dan Kerinduan Mendalam di Lagu Insomnia

Melankolis! RIIZE Ungkap Kegalauan dan Kerinduan Mendalam di Lagu Insomnia

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Arti Mimpi Menyetir Mobil Sendiri Padahal Tidak Bisa Menyetir Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Menyetir Mobil Sendiri Padahal Tidak Bisa Menyetir Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Korupsi Lampu Jalan Palembang Rp3,07 Miliar, 2 Tersangka Ditahan usai Pekerjaan Diduga Fiktif

Korupsi Lampu Jalan Palembang Rp3,07 Miliar, 2 Tersangka Ditahan usai Pekerjaan Diduga Fiktif

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Fleece Tak Lagi Sekadar Baju Hangat, Ini Tips Padu Padan agar Tampil Stylish

Fleece Tak Lagi Sekadar Baju Hangat, Ini Tips Padu Padan agar Tampil Stylish

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Wong Cilik Mulai Rasakan Dampak Lemahnya Rupiah: Harga Sembako Naik, Dana Sekolah Ikut Terpakai

Wong Cilik Mulai Rasakan Dampak Lemahnya Rupiah: Harga Sembako Naik, Dana Sekolah Ikut Terpakai

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah

Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Danau Cikarang Utara

Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Danau Cikarang Utara

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:40 WIB

5 TWS Affordable di Bawah Rp200 Ribu yang Tahan Seharian

5 TWS Affordable di Bawah Rp200 Ribu yang Tahan Seharian

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Anomali Ballon d'Or 2026: Taruhan Janggal dan Dugaan Informasi Orang Dalam

Anomali Ballon d'Or 2026: Taruhan Janggal dan Dugaan Informasi Orang Dalam

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:38 WIB

×