Pagebluk Corona Berkepanjangan, Resesi Bisa Tiga Kuartal Berturut-turut

Reza Gunadha, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 September 2020 | 19:39 WIB
Pagebluk Corona Berkepanjangan, Resesi Bisa Tiga Kuartal Berturut-turut
Ilustrasi ekonomi saat pandemi (pixabay)

Suara.com - Pagebluk virus corona covid-19 yang berkepanjangan di Indonesia dan sebagian besar dunia memang memunculkan kekhawatiran, terutama masalah ekonomi.

Akibat pandemi yang berlarut-larut ini program pemulihan ekonomi yang digaungkan pemerintah pun berjalan lambat. Bahkan Indonesia sudah dipastikan masuk dalam jurang resesi pada kuartal III nanti.

Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Berly Martawardaya bahkan mengataka,  jika pandemi ini tidak berakhir sampai akhir tahun, bisa-bisa kuartal IV nanti Indonesia masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif.

"Kalau pandeminya lanjut sampai akhir tahun bahkan tahun depan, maka penderita covid terus bertambah secara signifikan sehingga resesinya bisa lebih dari tiga kuartal," kata Berly dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Dasar Berly mengatakan hal itu karena dirinya merasa khawatir penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah tak konsisten dan acap kali berubah-ubah. Hal inilah yang membuat penambahan kasus baru virus corona terus bertambah.

"Kebijakan kalau tujuannya tidak fokus ini jadi sulit, jadi zig-zag kan gas dan rem. Harusnya fokus selamatkan nyawa dan bertahan secara ekonomi sampai vaksin datang," kata Berly.

Apalagi kata dia hingga saat ini belum ada titik terang soal penemuan vaksin yang makin menambah ketidakpastian bagi ekonomi global.

"Bisa sampai akhir 2021 akhir (penemuan vaksin) dan kalau belum tercapai bisa sampai awal 2022, itu harusnya bagaimana strategi kita bertahan," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan kepada anak buahnya untuk menggenjot anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga akhir September untuk menghindari resesi.

baca juga

Untuk itu ia meminta jajarannya segera menyalurkan berbagai dana bantuan sosial yang telah dianggarkan pemerintah untuk membantu daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Maka dari itu Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) menargetkan penyaluran stimulus ekonomi hingga 30 September 2020 mencapai Rp 100 triliun.

"Sampai saat ini dari minggu ke minggu kita bisa melihat 7 minggu + 2 hari, sudah Rp 87,58 triliun yang kita bisa salurkan. Jadi kita masih punya waktu 2 minggu + 2 hari insya Allah akan kita kejar angkanya bisa sampai Rp 100 triliun," kata Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Budi menambahkan jika pemerintah mampu menyalurkan stimulus Rp 100 triliun hingga akhir September inu, dampaknya akan sangat terasa terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020.

"Karena diharapkan kalau angka ini bisa mencapai Rp 100 triliun, efek multipliernya bisa sangat membantu untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III ini," katanya.

"Jadi konsentrasi kami, konsentrasi satgas adalah mengejar angka Rp 100 triliun sampai akhir September," tambahnya.

Dirinya mengatakan disisa waktu yang tinggal 14 hari ini program-program stimulus ekonomi akan lebih diprioritaskan oleh pemerintah, seperti meningkatkan daya beli masyarakat lewat sejumlah bantuan sosial.

"Salah satunya bansos tunai non Jabodetabek yang dalam 2 minggu bisa disalurkan Rp 2,5 triliun. Program kartu prakerja dalam 2 minggu di September ini bisa disalurkan Rp 2,8 triliun. Dan juga subsidi gaji yang dalam 2 minggu tersalurkan 2 batch sebesar Rp 3,6 triliun sehingga progres dalam 2 minggu terakhir Rp 14,47 triliun. Jadi kalau diharapkan kecepatannya sama, kita bisa dapatkan Rp 15 triliun lagi," paparnya.

"Insya Allah angka Rp 100 triliun penyaluran program PEN selama kuartal III, Juli-September, bisa kita capai. Dan mudah-mudahan itu bisa memberikan dukungan yang cukup untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom INDEF: 99 Persen Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi

Ekonom INDEF: 99 Persen Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 17 September 2020 | 18:17 WIB

Selandia Baru Resmi Resesi, Ekonomi Menyusut 12,2 Persen

Selandia Baru Resmi Resesi, Ekonomi Menyusut 12,2 Persen

News | Kamis, 17 September 2020 | 13:36 WIB

Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh

Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh

Bisnis | Senin, 07 September 2020 | 19:09 WIB

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Jabar | Senin, 07 September 2020 | 14:00 WIB

Butuh Rp 75 Triliun untuk Vaksin 170 Juta Masyarakat Indonesia

Butuh Rp 75 Triliun untuk Vaksin 170 Juta Masyarakat Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 14:06 WIB

Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis

Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 12:00 WIB

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Bisnis | Rabu, 02 September 2020 | 20:02 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×