Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 03 September 2020 | 12:00 WIB
Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengkritik kebijakan anggaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam APBN 2021.

Pasalnya kata Faisal dalam struktur anggaran tersebut, Jokowi lebih mementingkan penggunaan anggaran untuk membangun infrastruktur ketimbang mengatasi dampak dari pendemi virus corona atau Covid-19.

"Kalau kita lihat nih, tahun depan masih susah-susah gini (kondisi) yang naik paling kenceng adalah anggaran pembangunan infrastruktur dari Rp 281,1 triliun tahun ini, tahun depan itu Rp 414 triliun," kata Faisal dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (3/9/2020).

Faisal pun membandingkan dengan anggaran penanggulangan wabah Covid-19 yang justru turun pada tahun depan. Dari catatan dirinya anggaran kesehatan penanganan Covid-19 turun dari Rp 212,5 triliun tahun ini menjadi Rp 169 triliun pada tahun depan.

"Jadi lebih penting menyelamatkan proyek-proyek infrastruktur timbang menyelamatkan nyawa manusia dengan memvaksin kan secara gratis," kata Faisal.

"Gila, ini negara apa. Kalau di negara lain pemerintahan seperti ini sudah jatuh," tambah Faisal.

Faisal pun menambahkan di tengah kondisi yang serba sulit ini, penerimaan negara seret, ekonomi tak begitu baik tapi justru pemerintah Jokowi mengkerek naik porsi anggaran infrastruktur yang sangat tinggi.

"Ini bisnis unusual, anggaran pembangunan infrastruktur tertinggi sepanjang sejarah di tengah wabah Covid-19 luar biasa, sementara kesehatannya itu turun," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap memproritaskan pembangunan infrastruktur tahun 2021. Pada tahun 2021, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menganggarkan pembangunan infrastruktur pada 2021 sebesar Rp 414 triliun.

"Pembangunan infrastruktur tahun 2021 dianggarkan sekitar Rp 414 triliun yang utamanya untuk pemulihan ekonomi, penyediaan layanan dasar, serta peningkatan konektivitas," ujar Jokowi dalam Nota Keuangan, di Gedung MPR-DPR, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Jokowi, pembangungan infrastruktur akan difokuskan pada infrastruktur digital. Hal ini penting mengingat adanya pandemi Covid-19.

"Dengan demikian, belanja infrastruktur diarahkan untuk penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas," jelas dia.

Selain itu, tambah Jokowi, pembangunan infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata juga akan diarahkan ke digital.

"Kemudian, pembangunan sarana kesehatan masyarakat dan penyediaan kebutuhan dasar, seperti air, sanitasi, dan permukiman," ungkap Mantan Walikota Solo itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Menantu Jokowi, PAN Harap Ada Pembaruan dari Tokoh Muda

Dukung Menantu Jokowi, PAN Harap Ada Pembaruan dari Tokoh Muda

News | Rabu, 02 September 2020 | 22:34 WIB

Heran Banyak yang Minta Jokowi Mundur, Megawati: Enak Aja Orang-orang

Heran Banyak yang Minta Jokowi Mundur, Megawati: Enak Aja Orang-orang

News | Rabu, 02 September 2020 | 21:19 WIB

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Bisnis | Rabu, 02 September 2020 | 20:02 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB