Akurasi Data Penting untuk Antisipasi Serangan OPT di Areal Pertanaman

Iwan Supriyatna

Jum'at, 25 September 2020 | 15:13 WIB
Akurasi Data Penting untuk Antisipasi Serangan OPT di Areal Pertanaman
Warga menyirami berbagai tanaman di lahan sempit mereka yang berada di sela-sela bangunan di Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Data merupakan unsur yang sangat penting dalam melakukan proses analisis serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di lapangan serta pada akhirnya sebagai dasar pembuatan rekomendasi pengendalian OPT.

Pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai keadaan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) di areal pertanaman. Data dan informasi dari hasil pengamatan menjadi bahan untuk analisis pengambilan keputusan pengendalian OPT.

“Akurasi data pengamatan OPT sangat penting dalam pengendalian OPT karena berdasarkan data yang valid akan dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian OPT secara dini. Bila perkembangan OPT dapat dikendalikan dan dicegah, produksi komoditas perkebunan dapat berlangsung optimal. Dengan gambaran di atas,perlu dicari solusi untuk mendapatkan data pengamatan OPT yang akurat,” kata Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Sigit Wahyudi dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Lebih lanjut, menurut Sigit, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, penyampaian data pengamatan OPT dapat dilakukan lebih cepat dan akurat dapat dilakukan melalui suatu system aplikasi yang berbasis online. Sistem pelaporan OPT yang sebelumnya digunakan adalah secara manual yaitu dengan mencatat langsung data pada kertas pengamatan.

Hal tersebut menyebabkan data kurang akurat, akuntabilitas data rendah, pengiriman data lambat, data sampai ke pengambil keputusan tidak tepat waktu.

Pembangunan aplikasi data pengamatan dan pelaporan OPT secara online (Silap OPT) bertujuan untuk mempercepat proses penyampaian data laporan pengamatan OPT dari lapangan dan tersedianya data serangan OPT yang lebih akurat.

Aplikasi dibuat menggunakan system berbasis WEB dan Android. Aplikasi ini akan mempermudah para petugas lapangan/pengamat melakukan pengamatan OPT di lapangan.

Data hasil pengamatan dapat diinput langsung ke aplikasi ketika melakukan pengamatan. Perkembangan data yang masuk ke aplikasi segera dapat dilihat oleh pihak-pihak terkait.

Seksi pelayanan teknik proteksi BBPPTP Medan dengan langkah tertentu segera dapat melihat data serangan OPT berupa intensitas serangan, kerugian hasil, grafik serangan dan peta serangan OPT pada wilayah binaan di Propinsi Sumatera Utara.

baca juga

Dengan data-data tersebut segera dapat dilakukan analisis situasi dan kondisi serangan OPT, faktor-faktor yang mempengaruhi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk penanggulangan.

“Untuk pemahaman bersama aplikasi SILAP OPT ini akan disosialisasikan kepada seluruh personil yang terkait dengan lancarnya penggunaan aplikasi ini. Selanjutnya untuk penggunaan secara luas, SILAP OPT juga akan disosialisasikan kepada petugas terkait di Propinsi-propinsi binaanBBPPTP Medan di wilayah regional Sumatera,” jelas Sigit.

Melalui aplikasi Silap OPT ini, Sigit berharap, kekurangan-kekurangan yang terjadi selama ini dihadapi dapat diakomodir.

“Untuk kesempurnaan aplikasi, dilakukan beberapa tindakan uji coba penggunaan,mulai dari pembuatan rencana kerja (My Plan), pengisian data petak pengamatan (survei OPT utama, musuh alami) dan pengisian data iklim setiap bulannya, dan lain-lain,” pungkas Sigit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis Aglaonema di Samarinda, Kian Laris di Masa Pandemik Covid-19

Bisnis Aglaonema di Samarinda, Kian Laris di Masa Pandemik Covid-19

Kaltim | Kamis, 24 September 2020 | 09:06 WIB

Ilmuwan Bangladesh Ciptakan Tas Ramah Lingkungan dari Serat Tanaman Rami

Ilmuwan Bangladesh Ciptakan Tas Ramah Lingkungan dari Serat Tanaman Rami

Video | Selasa, 22 September 2020 | 14:30 WIB

Tanaman Hias di Aquascape yang Tak Kalah Mahal dari Koleksi Emak-emak

Tanaman Hias di Aquascape yang Tak Kalah Mahal dari Koleksi Emak-emak

Riau | Selasa, 22 September 2020 | 08:48 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×