Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Supaya Manjur, Program PEN Dievaluasi Tim Independen

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 16:19 WIB
Supaya Manjur, Program PEN Dievaluasi Tim Independen
Ilustrasi resesi ekonomi (Kolase foto/Shutterstock)

Suara.com - Ekonomi Indonesia sudah bisa dipastikan masuk dalam jurang resesi pada kuartal III nanti. Lantas yang jadi pertanyaan besar sudah manjurkah Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga saat ini?

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu pun angkat suara. Dia mengungkapkan, program dengan anggaran sebesar Rp 695,2 triliun tersebut secara berkala terus dilakukan evaluasi. Bahkan, evaluasi ini dilakukan oleh tim yang independen.

"Kita melakukan evaluasi terhadap program PEN. Caranya adalah kita minta lembaga bukan kementerian keuangan untuk melakukan survei," kata Febrio dalam acara Dialogue Kita yang dilakukan secara virtual, Jumat (2/10/2020).

Febrio menambahkan, survei tersebut bertujuan untuk menilai program yang telah disusun sedemikian rupa oleh pemerintah, dapat membantu dunia usaha agar bisa bertahan dari Pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Dari hasil survei tersebut, dia mengatakan hingga saat ini program yang telah dibuat pemerintah sudah in line dengan kebutuhan dari dunia usaha.

"Kita lihat apa yang terjadi di perilaku dinamika sektor usaha, lalu kita bandingkan dengan policy yang kita punya. Nah kurang lebih cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh sektor usaha," katanya.

Untuk itu, anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk memantau keefektifan dari berbagai program yang digulirkan pemerintah.

"Inilah harapannya waktu demi waktu kita terus evaluasi. Apakah policy yang kita siapkan ini inline dengan kebutuhan dari usaha kebutuhan dari perekonomian kita secara keseluruhan," katanya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) menyatakan telah melakukan penyaluran stimulus ekonomi hingga Rp 304,6 Triliun sampai 28 September 2020 atau setara 43,8 persen dari pagu sebesar Rp 695,2 triliun.

baca juga

Hal tersebut dikatakan Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi pers secara virtual, Rabu sore (30/9/2020).

"Realisasi anggaran PEN terus meningkat, dalam sepekan terakhir meningkat Rp 35,15 triliun," Kata Budi.

Dia pun berharap semakin cepat realisasi anggaran PEN akan makin meningkatkan perekonomian, baik ditingkat pusat maupun daerah.

"Kami optimis seluruh anggaran akan terserap, sehingga memberikan daya ungkit yang cukup tinggi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III dan IV," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkeu Sebut Pemulihan Ekonomi Bisa Sangat Lama

Wamenkeu Sebut Pemulihan Ekonomi Bisa Sangat Lama

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 16:09 WIB

Kehilangan Rp28 Miliar per Hari, Kekhasan DIY Bantu Hadapi Resesi

Kehilangan Rp28 Miliar per Hari, Kekhasan DIY Bantu Hadapi Resesi

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 15:13 WIB

Sri Mulyani Bebaskan Bea Masuk Barang Impor

Sri Mulyani Bebaskan Bea Masuk Barang Impor

Bisnis | Rabu, 30 September 2020 | 08:37 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×