facebook

Wamenkeu Sebut Pemulihan Ekonomi Bisa Sangat Lama

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Wamenkeu Sebut Pemulihan Ekonomi Bisa Sangat Lama
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Suara.com/Fadil)

Pemerintah ingin meningkatkan ekonomi dengan mengintervensi belanja kesehatan serta dukungan kepada UMKM, dukungan bisnis (korporasi) dan perlindungan sosial.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara melaporkan perkembangan Indonesia di masa pandemi Covid-19 pada sesi perkembangan ASEAN dalam acara The Business Council (ASEAN-BAC, EU-ABC, US-ABC) - ASEAN Finance Ministers’ Meeting and Central Bank Governors’ Meeting secara virtual pada Jumat (2/10/2020).

Dalam paparannya, Suahasil mengatakan akibat pagebluk Virus Corona, kondisi perekonomian mendapat tekanan luar biasa yang terbukti dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II yang negatif 5,32 persen.

"Kita dalam situasi kesehatan yang belum memiliki vaksin dan obat Covid-19. Dampak ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II sudah terkontraksi 5,3 persen. Dalam kuartal III pertumbuhan masih di zona negatif meskipun ada perbaikan," jelasnya. 

Ia melanjutkan, pemerintah ingin meningkatkan ekonomi dengan mengintervensi belanja kesehatan serta dukungan kepada UMKM, dukungan bisnis (korporasi) dan perlindungan sosial.

Baca Juga: Ada Kontraksi, Pemerintah Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik

Oleh karena itu, alokasi belanja APBN perlu adaptif dan fleksibel sehingga pemerintah melebarkan defisit tahun 2020 menjadi 6,3 persen. Namun tahun depan akan berangsur dikurangi menjadi 5,7 persen.

"Tahun ini kita defisit 6,3 persen tahun depan ingin kita kendalikan di 5,7 persen. Harapannya pemulihan ekonomi berlanjut. Kita sadari pemulihan akan lama. Fiskal harus adaptif dan cukup fleksibel untuk ekonomi," katanya.

Terkait isu pendidikan, ia mengatakan, saat ini anak-anak sekolah di Indonesia melakukannya secara virtual dari rumah.

Ia mengajak negara-negara ASEAN dan mitra untuk bersama mendiskusikan masalah konektivitas dan cara mendidik anak-anak secara virtual di masa datang.

"Pemerintah tidak hanya menyediakan konektivitas, tapi juga bagaimana cara mengajar mereka di masa depan. Mungkin disini bisa didiskusikan lebih lanjut ke depannya," katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani Bebaskan Bea Masuk Barang Impor

Sebagai penutup, ia meyakinkan bahwa Indonesia tidak berhenti mereformasi pembangunan infrastruktur, serta sektor finansial.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar