Corona Buat Neraca Dagang Indonesia Surplus 5 Kali Berturut-turut

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:44 WIB
Corona Buat Neraca Dagang Indonesia Surplus 5 Kali Berturut-turut
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Jakarta. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia pada bulan September 2020 mengalami surplus sebesar 2,44 miliar dollar AS.

Surplus neraca dagang ini karena nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai impor. Pada bulan September 2020 ekspor Indonesia mencapai 14,01 miliar dollar AS sementara impor 11,57 miliar dollar AS.

Ini merupakan surplus neraca dagang ke lima secara berturut-turut selama adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

"Selama 5 bulan berturut-turut sejak Mei, Indonesia mengalami surplus, dan surplus pada bulan September ini lebih besar dibandingkan surplus pada bulan Agustus lalu yang sebesar 2,35 miliar dollar AS,” kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/10/2020).

Surplus neraca dagang pada bulan September ini juga merupakan yang terbesar, karena pada periode yang sama tahun lalu justru mengalami defisit.

BPS mencatat kegiatan ekspor sepanjang bulan September 2020 melejit 6,97 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada bulan tersebut total ekspor Indonesia mencapai 14,01 miliar dollar AS, angka ini naik sekitar 6,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 13,10 miliar dollar AS.

"Kalau kita bandingkan posisi bulan September ini dengan posisi bulan Agustus tahun 2020 berarti nilai ekspor kita mengalami kenaikan yang cukup bagus yaitu sebesar 6,97 persen," kata Kecuk.

Sementara dari sisi impor pada bulan September 2020 mencapai 11,57 miliar dollar AS atau naik 7,71 persen dibandingkan Agustus 2020, namun dibandingkan September 2019 turun 18,88 persen.

baca juga

Penurunan kinerja impor secara tahunan ini merupakan imbas dari adanya wabah virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia.

"Impor pada bulan September tahun 2020 ini masih mengalami perubahan negatif sebesar 18,8 persen karena masih adanya penurunan baik dari sisi migas maupun nonmigas," kata Kecuk.

Kecuk menjelaskan impor nonmigas September 2020 mencapai 10,40 miliar dollar AS atau naik 6,18 persen dibandingkan Agustus 2020, namun dibandingkan September 2019 turun 17,94 persen.

Sementara itu impor migas September 2020 senilai 1,17 miliar dollar AS atau naik 23,50 persen dibandingkan Agustus 2020, namun dibandingkan September 2019 turun 26,31 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor di September 2020 Capai 11,57 Miliar Dollar AS

Impor di September 2020 Capai 11,57 Miliar Dollar AS

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:36 WIB

Ekonomi Mulai Bangkit, Ekspor RI di September Naik 6,79 Persen

Ekonomi Mulai Bangkit, Ekspor RI di September Naik 6,79 Persen

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:36 WIB

Jakarta Inflasi, Faktor Terbesar Kenaikan Biaya Perguruan Tinggi

Jakarta Inflasi, Faktor Terbesar Kenaikan Biaya Perguruan Tinggi

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 17:57 WIB

Terkini

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×