Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

Bella, Lilis Varwati

Rabu, 15 Juli 2026 | 22:32 WIB
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
Ahli Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Rimawan Pradiptyo, di PTUN Jakarta, Rabu (15/7/2026). [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Rimawan Pradiptyo memberi kesaksian dalam sidang gugatan perjanjian ART di PTUN Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.
  • Perjanjian ART memuat 39 komitmen asimetris yang berpotensi membentur kebijakan nasional serta membatasi ruang gerak pemerintah dalam regulasi ekonomi.
  • Ahli menilai substansi perjanjian lebih mengakomodasi kepentingan Amerika Serikat, terutama terkait akses sektor mineral dan energi strategis bagi perusahaan mereka.

Suara.com - Ahli ekonomi yang dihadirkan penggugat dalam sidang gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) atas penandatanganan The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat menilai perjanjian tersebut bukan semata mengatur tarif perdagangan, melainkan memuat berbagai komitmen yang berpotensi berdampak terhadap kebijakan nasional Indonesia.

Dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Rabu (15/7/2026), ahli menjelaskan fokus kajiannya bukan pada besaran tarif yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Indonesia, melainkan pada substansi perjanjian yang dinilainya memuat sekitar 39 komitmen.

"Analisa saya tidak fokus di dalam tarif karena tarifnya nggak kayak gitu, yang saya riset itu adalah terkait dengan persetujuan. Ini adalah 39 persetujuan asimetrik antara Indonesia dan Amerika," kata ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Rimawan Pradiptyo, di PTUN Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, jika ART diberlakukan, berbagai komitmen tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi terhadap sejumlah aturan nasional, termasuk regulasi yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Pada bagian awal paparannya, ia juga menyebut adanya potensi benturan dengan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam persidangan, kuasa hukum penggugat turut meminta penjelasan mengenai dampak ART terhadap ruang kebijakan (policy space) pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi, investasi, ekonomi digital, hingga pengelolaan sumber daya alam di masa mendatang.

Menanggapi hal tersebut, ahli berpendapat sejumlah ketentuan dalam ART dinilai lebih mengakomodasi kepentingan Amerika Serikat dibandingkan Indonesia.

"Sebenarnya tarif itu enggak ada masalah, cuma yang jadi masalah adalah pemerintah takut dengan ancaman dari Trump," ucap Rimawan.

Ia juga menegaskan persoalan tarif bukan isu utama dalam perjanjian tersebut. Menurutnya, tarif hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan substansi ART, sedangkan sebagian besar isi perjanjian justru mengatur komitmen di luar tarif.

Sebagai contoh, Rimawan menyoroti ketentuan yang menurutnya memfasilitasi perusahaan Amerika Serikat untuk mengakses sektor mineral dan energi di Indonesia. Klausul tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk komitmen yang perlu dicermati karena menyangkut pengelolaan sumber daya strategis nasional.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas

Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:37 WIB

Amerika Serikat Incar Pusat Nuklir Iran di Gunung Pickaxe, Mau Dihancurkan

Amerika Serikat Incar Pusat Nuklir Iran di Gunung Pickaxe, Mau Dihancurkan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:27 WIB

Jet Tempur Amerika Serikat Hancurkan Pos Rudal Iran

Jet Tempur Amerika Serikat Hancurkan Pos Rudal Iran

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:01 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:25 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Terkini

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Daftar Atribut Pramuka SD Lengkap untuk 14 Agustus 2026, Apa Saja yang Wajib Dipakai?

Daftar Atribut Pramuka SD Lengkap untuk 14 Agustus 2026, Apa Saja yang Wajib Dipakai?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:53 WIB

5 Langkah Membersihkan Mesin Cuci agar Baju Bebas Apek, Tanpa Perlu Dibongkar

5 Langkah Membersihkan Mesin Cuci agar Baju Bebas Apek, Tanpa Perlu Dibongkar

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:53 WIB

BNI Tingkatkan Kualitas Tata Kelola SDM dengan LSP dan Standar Sertifikasi ISO

BNI Tingkatkan Kualitas Tata Kelola SDM dengan LSP dan Standar Sertifikasi ISO

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:52 WIB

3 Rekomendasi HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Jutaan, Pilihan Menarik untuk Dipinang

3 Rekomendasi HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Jutaan, Pilihan Menarik untuk Dipinang

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Reward Pemda Berprestasi, Mendagri Tekankan Pentingnya Keseimbangan dengan Pembinaan Daerah

Reward Pemda Berprestasi, Mendagri Tekankan Pentingnya Keseimbangan dengan Pembinaan Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:47 WIB

Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan

Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo

Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:43 WIB

×