facebook

Sedih Anak STM Demo, Menteri ATR: Jangan Sampai jadi Barisan Pengangguran

Agung Sandy Lesmana | Mohammad Fadil Djailani
Sedih Anak STM Demo, Menteri ATR: Jangan Sampai jadi Barisan Pengangguran
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil. (Suara.com/Erick Tanjung)

"Orang demo karena mereka tidak tahu atau karena mereka tidak paham atau mereka misinformasi," katanya.

Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengaku sedih dengan banyaknya aksi penolakan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, apalagi kata dia dalam demo tersebut anak-anak STM/SMK ikut berdemo.

"Tapi saya akan sedih juga melihat begitu banyak penolakan (RUU Omnibus Law) yang dibuat dari pemerintah padahal di dalamnya itu banyak kepentingan masyarakat, banyak anak STM Ikut demo anak SMK juga," kata Sofyan dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Padahal kata Sofyan RUU ini bisa menjadi jawaban atas sulitnya masyarakat mendapatkan pekerjaan, selama ini kata dia pemerintah sulit untuk membuka lapangan kerja karena banyaknya regulasi yang berbelit.

"Tujuannya untuk membuka lapangan kerja, termasuk juga untuk anak STM, setelah dia lulus kan pasti ingin bekerja, makanya RUU ini hadir. Kami tidak mau setelah mereka lulus mereka justru menjadi barisan pengangguran," ucapnya.

Baca Juga: Polrestro Jaksel Klaim Temukan Indikasi Pelajar Diimingi Imbalan Ikut Demo

Sofyan pun mengakui masih banyak dari kalangan masyarakat yang tidak paham dan mis informasi terkait RUU sapu jagat ini, sehingga banyak masyarakat yang menolak adanya RUU ini.

"Orang demo karena mereka tidak tahu atau karena mereka tidak paham atau mereka misinformasi," katanya.

Peraturan perundang-undangan ini kata dia dibutuhkan mengingat sekitar 7 juta pengangguran sementara daya tampung lapangan kerja setiap tahunnya hanya 2,7 juta.

"Apalagi dengan adanya Covid-19, di mana sekitar 3,5 juta orang bakal menganggur," pungkasnya.

Baca Juga: Tolak Pelajar Bermasalah Dikeluarkan dari Sekolah, Anies: Sudah Gak Zaman

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar