Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Paket Stimulus Tambahan AS Buyar, Harga Emas Dunia Ambyar

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2020 | 08:58 WIB
Paket Stimulus Tambahan AS Buyar, Harga Emas Dunia Ambyar
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan akhir pekan lalu karena gagalnya kesepakatan paket stimulus fiskal sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada 3 November mendatang.

Harga emas menuju pelemahan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir.

Mengutip CNBC, Senin (19/10/2020) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 1.901,87 dollar AS per ounce.

Emas turun 1,4 persen sepanjang minggu ini. Sementara harga emas di pasar berjangka AS melemah 0,1 persen di level 1.906,40 dollar AS.

"RUU paket stimulus fiskal tahun ini sangat tidak pasti, emas tetap terikat pada USD," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di lembaga BMO.

Indeks dollar AS turun 0,2 persen pada hari itu, tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan, membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain untuk membeli emas.

Laporan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan mengangkat selera untuk aset berisiko, tetapi produksi pabrik secara tak terduga turun pada bulan September.

Demokrat dan Republik tampaknya tidak mungkin menyetujui kesepakatan stimulus AS sebelum Hari Pemilu bahkan ketika kasus virus corona terus meningkat dan pemulihan pasar tenaga kerja terhenti.

Emas, yang telah meningkat sekitar 25 persen sepanjang tahun ini, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara harga logam berharga lainnya, perak merosot 0,3 persen menjadi 24,25 dollar AS per ounce, tetapi turun lebih dari 3 persen untuk minggu ini.

Platinum turun 0,2 persen menjadi 862,05 dollar AS Sedangkan paladium turun 0,9 persen menjadi 2.332,20 dollar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Dunia Menguat Usai Trump Tawarkan Stimulus Lebih Besar

Harga Emas Dunia Menguat Usai Trump Tawarkan Stimulus Lebih Besar

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 08:32 WIB

Naik Rp 2.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 1.009.000 per Gram

Naik Rp 2.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 1.009.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2020 | 10:34 WIB

Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dollar AS

Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dollar AS

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2020 | 08:31 WIB

Terkini

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB