alexametrics

Riset Terhadap Produk Tembakau Alternatif Penting untuk Segera Dilakukan

Iwan Supriyatna
Riset Terhadap Produk Tembakau Alternatif Penting untuk Segera Dilakukan
Ilustrasi vape.

Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya harus segera melakukan riset terhadap produk tembakau alternatif.

Suara.com - Para peneliti dunia telah membuktikan bahwa implementasi konsep pengurangan risiko (harm reduction) dengan menggunakan produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah dari rokok biasa.

Sejumlah negara seperti Jepang dan Inggris telah mengatur penggunaan produk ini melalui kebijakan nasionalnya.

Sebaliknya, di dalam negeri justru banyak kesimpangsiuran informasi mengenai produk inovasi tembakau ini.

Hal tersebut disinyalir karena minimnya informasi berbasis riset dan penelitian untuk mengupas tuntas bagaimana produk tembakau alternatif dapat dimanfaatkan untuk perlindungan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Interview: Mita The Virgin Soal 'Kecanduannya' Akan Rokok Elektrik

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya menyatakan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya harus segera melakukan riset terhadap produk tembakau alternatif.

Pasalnya, riset lokal yang meneliti tentang inovasi ini masih sangat minim dan membutuhkan dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama pembuat kebijakan maupun akademisi.

Sebelumnya, YPKP secara independen telah melakukan penelitian mengenai bahaya TAR yang terdapat pada rokok bagi kesehatan. Hal ini sebagai contoh kekeliruan yang kerap beredar di masyarakat yang menganggap penyakit yang timbul akibat kebiasaan merokok timbul karena kandungan nikotin di dalamnya.

“Kajian ilmiah komprehensif yang dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya nantinya dapat menjadi acuan dalam memberikan informasi akurat kepada publik sehingga menghapus polemik yang masih berlangsung hingga saat ini. Peranan riset sangat penting untuk meluruskan fakta bermanfaat bagi perokok dewasa yang selama ini dibayang-bayangi oleh informasi tanpa landasan ilmiah dan berita-berita hoax,” kata Amaliya dalam keterangannya, Selasa (10/11/2020).

Amaliya juga mengungkap bahwa Universitas Padjadjaran (Unpad) telah menjalin kerja sama dengan The Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) Universitas Catania, Italia.

Baca Juga: Perusahaan Rokok Elektrik Juul Labs Berencana Hengkang dari Eropa dan Asia

CoeHAR merupakan Pusat Penelitian antar departemen, yang didirikan dengan tujuan mempelajari efek dan kerusakan juga dampak buruk kesehatan akibat asap rokok, khususnya pengembangan strategi dalam membatasi serta mengurangi risiko akibat asap rokok melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi baru.

Komentar