Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:32 WIB
Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sasaran kritik tajam dari dua koleganya sekaligus, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Bahlil sentil Menkeu soal lifting minyak 2025 yang tembus 605,3 ribu bph.
  • Trenggono minta Menkeu "cerdas" soal asal anggaran pembangunan kapal KKP.
  • Dua menteri Prabowo kritik balik klaim data dan kebijakan anggaran Menkeu Purbaya.

Suara.com - Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dinamika panas. Pasalnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sasaran kritik tajam dari dua koleganya sekaligus, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono.

Kritik ini mencuat menyusul pernyataan Purbaya terkait performa sektor energi terkait lifting minyak dan serapan anggaran di industri perkapalan yang dinilai tidak sesuai dengan realita di lapangan. Kejadian ini terjadi pada Rabu (11/2) dan Kamis (12/2) atau kurang dari 24 jam.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyentil keras keraguan Purbaya terkait kenaikan lifting minyak nasional tanpa adanya temuan ladang baru. Bahlil menegaskan bahwa pada tahun 2025, lifting minyak berhasil menyentuh angka 605,3 ribu barel per hari (bph), melampaui capaian 2024 yang hanya 585 ribu bph.

"Kok ada menteri yang mengatakan bagaimana mungkin lifting naik sementara sumur besar belum ada. Eh, ini terlalu banyak baca buku nih!" cetus Bahlil dalam Kuliah Umum di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Bahlil meminta semua pihak objektif dan tidak mempolitisasi data pencapaian yang telah melampaui target APBN tersebut. "Ini fakta, bukan omon-omon. Jangan orang Papua bilang tulis lain, baca lain, bikin lain. Ini bisa diuji," tegasnya.

Sehari sebelumnya, serangan lebih telak datang dari Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Lewat unggahan di media sosial, Trenggono bereaksi keras atas pernyataan Purbaya yang menyoroti rendahnya belanja pemerintah untuk galangan kapal domestik.

Purbaya sebelumnya mengklaim Kemenkeu sudah menyiapkan anggaran, namun industri galangan kapal masih underutilized. Menanggapi hal itu, Trenggono meminta Purbaya mengecek kembali data di internal Kemenkeu.

"Yang terhormat (Purbaya), supaya Anda paham dan cerdas, dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri Pemerintah Inggris," tulis Trenggono. "Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar gak uang itu sudah dikucurkan?"

Sentilan dua menteri ini seolah memberi sinyal adanya sumbatan komunikasi atau ego sektoral yang masih membayangi koordinasi ekonomi di awal tahun 2026 ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:22 WIB

Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!

Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:12 WIB

Kepala LKPP ke Menko AHY: Kami Siap Kawal Pengadaan Proyek Infrastruktur yang Kompleks

Kepala LKPP ke Menko AHY: Kami Siap Kawal Pengadaan Proyek Infrastruktur yang Kompleks

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:02 WIB

Terkini

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×