Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Harga Emas Dunia Naik di Tengah Klaim Efektivitas Vaksin Moderna

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 17 November 2020 | 08:36 WIB
Harga Emas Dunia Naik di Tengah Klaim Efektivitas Vaksin Moderna
IIustrasi emas dunia. (www.goldnewsweekly.com)

Suara.com - Harga emas dunia naik lebih dari 1 persen karena investor kembali khawatir atas meningkatnya kasus virus corona atau Covid-19.

Mengutip CNBC, Selasa (17/11/2020) harga emas di pasar spot stabil di posisi 1.887,10 dollar AS per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,1 persen lebih tinggi menjadi 1.887,80 dollar AS per ounce.

Emas merosot sebanyaknya 1,3 persen setelah Moderna mengatakan vaksin eksperimentalnya 94,5 persen efektif, tetapi ini kurang dari penurunan lebih dari 5 persen setelah Pfizer, Senin pekan lalu, mengumumkan vaksinnya lebih dari 90 persen efektif.

"Vaksin adalah berita yang sangat bagus, tetapi masalahnya akan memakan waktu cukup lama untuk menerapkannya bahkan di negara maju," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities.

Bart Melek mengatakan, bahwa pasar telah menyesuaikan posisi minggu lalu pada berita Pfizer.

"Vaksin atau tanpa vaksin kita akan terus mengalami kesulitan ekonomi hingga kuartal ketiga tahun depan, kita akan membutuhkan stimulus moneter dalam jumlah besar dan kita sangat mungkin mendapatkan stimulus fiskal, yang pada akhirnya akan membantu menggerakkan inflasi lebih dekat ke target," tambahnya.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, melambung lebih dari 24 persen sejauh tahun ini, terutama diuntungkan dari langkah-langkah stimulus global untuk meredam efek pandemi.

Kasus virus corona melewati angka 11 juta jiwa di Amerika Serikat. Kendati pasar mengantisipasi kembali normal pada semester kedua 2021.

"Itu masih menyisakan kesenjangan besar di beberapa ekonomi global yang perlu diisi oleh pemerintah dan bank sentral", kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

baca juga

Logam lainnya, perak naik 0,1 persen menjadi 24,65 dollar AS per ounce. Platinum melejit 3,5 persen menjadi 919,90 dollar AS per ounce, sementara paladium turun 0,1 persen menjadi 2.321,24 per ounce dollar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Buatan Moderna Diklaim 94 Persen Efektif Lawan Corona

Vaksin Buatan Moderna Diklaim 94 Persen Efektif Lawan Corona

Jogja | Selasa, 17 November 2020 | 08:01 WIB

Moderna Klaim Vaksin Buatannya 94 Persen Efektif Lawan Corona

Moderna Klaim Vaksin Buatannya 94 Persen Efektif Lawan Corona

Bisnis | Selasa, 17 November 2020 | 07:55 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Imbas Efektivitas Vaksin Moderna

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Imbas Efektivitas Vaksin Moderna

Jakarta | Selasa, 17 November 2020 | 07:22 WIB

Terkini

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:03 WIB

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

×