Ini Alasan Kuat Mengapa Cukai Rokok Harus Naik

Iwan Supriyatna, Luthfi Khairul Fikri

Kamis, 19 November 2020 | 06:47 WIB
Ini Alasan Kuat Mengapa Cukai Rokok Harus Naik
Ilustrasi tembakau bahan baku rokok.

Suara.com - Pemerintah mewacanakan akan menaikan cukai rokok. Rencana tersebut bukan tanpa alasan, terlebih konsumsi rokok di Indonesia dilaporkan masih tinggi, yakni sebesar 33,8%.

Angka tersebut didominasi perokok laki-laki dewasa sebesar 62,9%. Dan kondisi ini semakin memprihatinkan dengan naiknya perokok anak dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% pada 2018 (Data Riskesdas, 2018).

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) menganggap perokok anak meningkat karena didasari harga rokok yang masih terjangkau bagi anak dan remaja.

Hal inilah menjadi kekhawatiran dan perlunya melakukan intervensi pada keputusan kenaikan cukai rokok.

Dalam hal ini, pemerintah diharapkan dapat membuat harga rokok menjadi semakin tidak terjangkau. Namun hingga saat ini, belum diketahui berapa besaran kenaikan cukai rokok yang akan ditetapkan untuk 2021, apakah akan di bawah 13% atau di atas 15%, atau bahkan tidak naik sama sekali.

Salah satu perwakilan dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Iman Mahaputra Zein, mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam menaikkan harga rokok.

Salah satu upaya itu sejak bulan Agustus hingga Oktober 2020, CISDI bersama beberapa jaringan pengendalian tembakau lainnya telah mengumpulkan dukungan publik termasuk anak muda dalam mendorong kenaikan harga rokok melalui situs www.pulihkembali.org, dengan hasil sebesar 1500 dukungan.

“Kami juga telah menyerahkan dukungan tersebut ke Ibu Sri Mulyani. Kami berharap hal itu dapat dijadikan pertimbangan dalam menaikkan cukai hasil tembakau 2021,” ujar Iman dalam pernyataannya seperti dalam rilis yang diterima Suara.com, ditulis Kamis (19/11/2020).

Kepala Badan Khusus Tobacco Control ISMKMI, Daniel, juga mengaku prihatin melihat fenomena merokok di kalangan anak muda. Dalam mendukung pemerintah menaikkan cukai hasil tembakau, pihaknya berinisiatif untuk melaksanakan evaluasi kenaikan cukai di daerah, dari Aceh sampai Papua.

baca juga

“Survei tersebut bertujuan untuk menilai efektivitas kenaikan cukai hasil tembakau selama ini, dan ini tentu perlu menjadi perhatian oleh semua pihak, agar dapat mengontrol fenomena merokok di kalangan anak muda yang sudah meresahkan,” jelasnya.

Kendati begitu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sulthan Raihan Fatahillah, tak memungkiri isu kenaikan cukai selalu dibenturkan dengan isu kesejahteraan petani tembakau.

“Pada dasarnya petani tembakau tidak sepenuhnya sejahtera, karena komoditi tembakau bukan yang paling menguntungkan bagi petani, karena biaya produksi yang sangat tinggi dan faktor cuaca tak menentu yang rentan membuat mereka rugi,” bebernya.

Selain itu, banyak petani juga mengeluhkan tata niaga tembakau yang sering merugikan petani sebagai pengambil harga, serta serapan tembakau petani mitra di perusahaan sangat sedikit dan tidak menentu, sehingga petani memiliki posisi tawar yang lemah karena khawatir tembakau tidak laku.

“Kami menanti keberpihakan pemerintah untuk memahalkan harga rokok. Kami menagih janji Bapak Jokowi dan Ibu Sri Mulyani untuk segera menaikkan cukai hasil tembakau agar rokok tidak lagi terjangkau oleh generasi muda,” tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Perwakilan Petani Tembakau, Moeldoko: Kenaikan Cukai Rokok Rutin

Terima Perwakilan Petani Tembakau, Moeldoko: Kenaikan Cukai Rokok Rutin

Bisnis | Selasa, 17 November 2020 | 04:55 WIB

Lindungi Buruh SKT, Pemda Minta Kenaikan Cukai Rokok Dipertimbangkan

Lindungi Buruh SKT, Pemda Minta Kenaikan Cukai Rokok Dipertimbangkan

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 12:51 WIB

Aktivis Sebut Internet Sebabkan Naiknya Kasus Perokok Anak di Indonesia

Aktivis Sebut Internet Sebabkan Naiknya Kasus Perokok Anak di Indonesia

Health | Kamis, 05 November 2020 | 18:39 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×