Aktivis Sebut Internet Sebabkan Naiknya Kasus Perokok Anak di Indonesia

Risna Halidi, Luthfi Khairul Fikri

Kamis, 05 November 2020 | 18:39 WIB
Aktivis Sebut Internet Sebabkan Naiknya Kasus Perokok Anak di Indonesia

Suara.com - Juru bicara Aliansi Masyarakat Sipil Perlindungan Anak untuk Darurat Perokok Anak, Shoim Sahriyati mengatakan internet berdampak besar terhadap tingginya kasus perokok anak.   

“Promosi, sponsor dan iklan rokok di internet saat ini berpengaruh besar membuat anak merokok,” ujar Shoim pada webinar bertajuk “Darurat Perokok Anak: Aliansi Masyarakat Sipil Perlindungan Anak untuk Darurat Perokok Anak Menagih Janji Penyelesaian Revisi PP 109/2012 untuk Melindungi Anak,” Kamis (5/11/2020).

Lebih lanjut, kata dia, saat ini Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia pasifik yang tidak memiliki konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau atau framework convention on tobacco control (FCTC).

"Konvensi ini sepakat untuk melarang berbagai bentuk promosi, sponsor dan iklan rokok termasuk di asia tenggara, semua negara sudah meratifikasi, tapi di Indonesia belum sehingga masih banyak iklan rokok termasuk di media sosial," jelasnya.

Karenanya, Aliansi Masyarakat Sipil Perlindungan Anak untuk Darurat Perokok Anak mendesak Menteri Kesehatan RI untuk segera menyelesaikan revisi PP No. 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan untuk melindungi anak.

PP 109/2012 juga dianggap gagal melindungi anak dari adiksi rokok serta gagal menurunkan jumlah perokok anak. Hal itu terbukti dari prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018 (data Riskesdas 2018).

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto mengatakan lingkungan keluarga dan sekitar juga menjadi pengaruh besar dalam menekan angka perokok anak.

Baginya, peran lingkungan, khususnya orangtua dan guru pengajar sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada anak, agar anak terlindungi dari zat adiktif yang berbahaya untuk tubuh.

"Harapan saya semua merapatkan barisan dan bergandeng tangan menjadi pejuang dan aktivis melindungi anak dari rokok, bagaimanapun rokok adalah racun. Sehingga, penting sekali anak terhindar dari rokok," tutupnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Terawan Dianggap Tak Serius Turunkan Angka Perokok Anak, Kenapa?

Menkes Terawan Dianggap Tak Serius Turunkan Angka Perokok Anak, Kenapa?

Health | Kamis, 05 November 2020 | 18:24 WIB

Komnas PA Sebut Angka Perokok Anak Naik Saat Pandemi Covid-19

Komnas PA Sebut Angka Perokok Anak Naik Saat Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 05 November 2020 | 17:40 WIB

Keren! Korea Utara Berlakukan Larang Merokok di Tempat Publik

Keren! Korea Utara Berlakukan Larang Merokok di Tempat Publik

Health | Kamis, 05 November 2020 | 17:09 WIB

Terkini

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:35 WIB

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

×