- TNI AL menemukan sebuah rompi pelampung tanpa identitas di perairan Cikoneng-Labuan pada hari Kamis, 10 September 2026.
- Pelampung tersebut ditemukan saat operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak menggunakan kapal cepat usai meliput Gunung Anak Krakatau.
- Pihak TNI AL masih melakukan pemeriksaan di posko dan belum memastikan keterkaitan pelampung dengan korban yang hilang.
Suara.com - TNI Angkatan Laut menemukan sebuah rompi pelampung berwarna oranye di perairan Cikoneng-Labuan, dekat wilayah Anyer, Banten, pada Kamis (10/9/2026).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan temuan pelampung didapat dari hasil operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda usai meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Memasuki hari ketiga pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak, TNI AL menemukan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan,” kata Tunggul dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Namun, Tunggul belum bisa memastikan soal pelampung yang ditemukan KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten tersebut, apakah terkait dengan rombongan jurnalis yang hilang kontak atau tidak.
“Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak,” ujarnya.
Sebabnya, Tunggul mengatakan hingga saat ini pihaknya masih memeriksa pelampung tersebut.
“TNI AL bersama tim gabungan akan terus berupaya menyisir perairan-perairan yang diduga menjadi lokasi hilang kontaknya para pejuang informasi saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” katanya.
Sementara itu, Komandan Lanal Banten, Letkol Wawan Subagyo, berharap kepada seluruh pihak untuk bersabar dan tidak langsung mengaitkan temuan ini dengan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang.
“Kita memastikan dulu sebelum kita merilis itu temuan-temuan yang diperoleh oleh rekan-rekan yang ada di lapangan,” kata Wawan.
Sebab, temuan life jacket ini tanpa identitas. Life jacket tersebut terikat pada sebuah botol tabung berwarna putih yang umum digunakan oleh nelayan.
![Pencarian Hari Ke-3 Rombongan Jurnalis di Krakatau [Basarnas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/10/38628-pencarian-rombongan-jurnalis-di-krakatau.jpg)
“Jadi, kita tidak boleh langsung berpikir bahwa itu barang-barang yang berkaitan dengan korban,” ujar Wawan.
Saat ini, pelampung temuan tersebut dikumpulkan ke posko untuk proses identifikasi terlebih dahulu.
Selama identifikasi, ia menegaskan tidak ada keterangan yang mengaitkan pelampung dengan rombongan jurnalis.
“Untuk bisa membandingkan membawa dulu, cek dulu, dikumpulkan di posko terlebih dahulu,” tuturnya.
Diketahui, sebuah kapal cepat dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Kapal cepat tersebut berisi lima orang jurnalis, seorang kapten kapal, satu orang kru kapal, dan seorang guide.
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) selaku guide.
Kemudian, kelima jurnalis yang ada di dalam kapal cepat itu yakni M Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).