Orang Kaya Masih Malas Berbelanja

Siswanto, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 24 November 2020 | 16:37 WIB
Orang Kaya Masih Malas Berbelanja
Ilustrasi belanja bahan makanan. (Pexels)

Suara.com - Masyarakat berekonomi menengah ke atas kini menjadi sorotan pemerintah. Mereka dinilai malas membelanjakan uang di tengah pandemi Covid-19, padahal pemerintah sudah menerapkan kebijakan new normal.

"Golongan menengah ke atas spending-nya paling besar di negara ini, dan sebabkan demand clash karena mereka nggak mau keluar, sehingga pemakaian kartu kreditnya tinggal sepersepuluh," kata Wakil Menteri BUMN yang merangkap Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin, dalam acara CEO Networking yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (24/11/2020).

Budi tak salah, pasalnya jika merujuk data Bank Indonesia, pada bulan September 2020 pertumbuhan kredit bank hanya sebesar 0,12 persen secara bulanan. Sebaliknya, laju Dana Pihak Ketiga melejit ke 12,88 persen pada bulan yang sama.

BI mencatat pertumbuhan kredit bank terus melambat dari bulan ke bulan. Pada September kemarin merupakan titik terendah laju kredit bank tahun ini. Sebelumnya, pertumbuhan kredit berada di kisaran 1,04 persen pada Agustus 2020.

Dampaknya, laju pertumbuhan ekonomi tak seperti yang diharapkan oleh pemerintah, dimana pertumbuhannya masih dalam teritori negatif.

Isu kesehatan menjadi alasan utama kelompok menengah ke atas enggan membelanjakan uang, sebab kasus Covid-19 di Tanah Air terus meningkat jumlahnya sehingga ada rasa kekhawatiran.

"Nah ini yang bikin ekonomi nggak gerak, di fase apapun dia juga nggak akan keluar. Masalahnya itu takut isu kesehatan," kata Budi.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Tauhid Ahmad mengungkapkan tahun 2021 ekonomi Indonesia paling maksimal tumbuh hanya 3 persen.

Banyak faktor yang disebutkan Tauhid memicu pertumbuhan hanya tiga persen, salah satunya konsumsi kelas menengah atas yang masih cukup rendah.

baca juga

"Tahun depan perekonomian hanya akan tumbuh 3 persen, karena kelompok menengah atas belanjanya masih tertahan akibat pandemi," kata Tauhid dalam diskusi bertajuk Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021 secara virtual, Senin (23/11/2020).

Tauhid menjabarkan selama pandemi Covid-19, jumlah tabungan masyarakat kelas menengah ke atas di perbankan tumbuh pesat sedangkan jumlah kredit turun, ini mengindikasikan bahwa belanja kelompok menengah atas masih jauh dari harapan.

Tauhid menyebutkan pertumbuhan kredit pada tahun depan hanya akan berkisar 5 sampai 6 persen, dimana sebelum adanya pandemi pertumbuhan kredit selalu double digit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×