Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Asep Supriyatna Sasar Pasar Global Lewat BRI UMKM Export

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 08 Desember 2020 | 13:06 WIB
Asep Supriyatna Sasar Pasar Global Lewat BRI UMKM Export
Pengusaha furniture, Asep Supriyatna. (Dok : Bank BRI).

Suara.com - Terus menjaring peluang. Itulah yang selalu mendorong langkah Asep Supriyatna (55) mengembangkan usaha furniture dan dekorasi rumah pada 1996 silam.

Kini, hampir 24 tahun kemudian, bisnis home décor and craft dibawah bendera CV Maras ini bertekad menangkap peluang yanglebih luas di pasar internasional dan menggarap potensi lokal.

Asep merupakan pendiri sekaligus pemilik CV Maras, eksportirfurniture dan dekorasi rumah yang berbasis di Bekasi, Jawa Barat. Usaha ini bermula ketika Asep, yang saat itu masih bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan trading, mendapat pesanan satu model meja kursi dari pembeli di Belanda.

“Permintaan suplai mebel itu saya ajukan ke manajemen,karena bukan lini produk yang dipasarkan kantor jadi diarahkan untuk diserahkan ke tempat lain. Nah, peluang ini saya tangkap. Lalu saya berkenalan dengan beberapa supplier dan produsen,membuat sampel dan setelah itu buyer dari Belanda itu menjadi partner bisnis saya,” tutur Asep.

Selama dua tahun, usaha mebel milik Asep berjalan secara informal, baru pada 1998 dia memberanikan diri untuk mendirikan CV. Nama Maras yang disematkan pada bendera usahanya, merupakan singkatan dari Marten dan Asep.

“Marten itu nama buyer yang dulu memesan meja kursi di tahun 1996, dan jadi partner bisnis saya yang pertama. Saya kemudian fokus mengembangkan usaha di bidang mebel dan berorientasi ekspor,” jelas Asep.

Produk furniture yang dipasarkan Asep menggunakan bahanbaku lokal, dengan sumber pasokan dari sentra-sentra industri mebel dan kerajinan di Tanah Air seperti Cirebon, Jepara, Solo, Yogyakarta hingga Bali. Kualitas dan keunikan desain yang sesuai pasar ekspor menjadi kunci keunggulan produk, selain proses produksi yang dibuat dengan cara handmade.

Dalam perjalanannya, pada 2005, bisnis ekspor furniture CV Maras terus berkembang dan mendapatkan partner baru dari Jerman dan Prancis, selain negeri Kincir Angin. Apabila dulu hanya memiliki 5 orang karyawan, saat ini jumlah pekerja Aseptelah bertambah menjadi 80 karyawan tidak tetap dan 5 karyawan tetap.

Asep mengaku lebih fokus ke pasar ekspor mengingat dari sisi kuantitas lebih mass production dan aspek pembayaran yang aman.

“Kalau lokal biasanya ritel dan payment-nya kredit. Kalauekspor volumenya juga lebih besar dan pembayarannya lebihaman, ada LC atau transfer,” tambahnya. Hal ini sejalan denganVisi dan Misi CV Maras sendiri yakni mengembangkan pasarekspor untuk produk-produk labor intensif buatan Indonesia, 100 persen lokal content. 

Hingga saat ini, produk furniture rotan dan kayu CV Maras telah di ekspor ke sejumlah negara mulai dari Tunisia, Jerman, Belanda, Prancis, Australia hingga Srilanka. Secara volume, Asep mampu mencatat penjualan sekitar 15 kontainer per bulan.

Tahun ini ketika pandemi Covid-19 merebak, Asep mengakui dampaknya tidak terlalu besar terhadap permintaan ekspor furniture. Dia masih mampu membukukan penjualan sekitar 5-7 kontainer sebulan. Terkoreksi sekitar 30 persen-40 persen.

“Alhamdullilah tidak terlalu besar [efek pandemi]. Kami tidak ada pengurangan pekerja. Untuk produk outdoor dan dekorasi rumah malah booming, karena selama lockdown atau workfrom home, konsumen lebih banyak di rumah, dan mendekorasi rumah.”

Selain melebarkan sayap di pasar ekspor, CV Maras berencana memperkenalkan produk di pasar lokal pada 2021, melalui strategi penjualan daring melalui market place. Setidaknya 10 model produk tengah dikembangkan khusus untuk pasar lokal.

“Pasar lokal kami lihat ada peluang, termasuk produk pet furniture permintaannya mulai ada. Untuk pasar lokal konsepnya minimalis modern, packing yang ringan, menyasar keluarga muda,” imbuh Asep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Penerima Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta, Begini Caranya

Cek Penerima Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta, Begini Caranya

News | Selasa, 08 Desember 2020 | 12:54 WIB

Sahabat Tuli Patahkan Stigma Disabilitas dengan Meraih Peluang Wirausaha

Sahabat Tuli Patahkan Stigma Disabilitas dengan Meraih Peluang Wirausaha

Bisnis | Selasa, 08 Desember 2020 | 08:10 WIB

Jokowi: Produk UMKM Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Negara Sendiri

Jokowi: Produk UMKM Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Negara Sendiri

News | Senin, 07 Desember 2020 | 18:12 WIB

Anak di Cilegon Bikin Surat Kematian Palsu Ayah untuk Gasak Duit di Bank

Anak di Cilegon Bikin Surat Kematian Palsu Ayah untuk Gasak Duit di Bank

Banten | Senin, 07 Desember 2020 | 17:38 WIB

Dear Pelaku UMKM, Ussy Sulistiawaty Bisa Endorse Gratis di Tengah Pandemi

Dear Pelaku UMKM, Ussy Sulistiawaty Bisa Endorse Gratis di Tengah Pandemi

Sumsel | Senin, 07 Desember 2020 | 10:18 WIB

Peduli UMKM, Ussy Sulistiawaty Buka Endorse Gratis di Tengah Pandemi

Peduli UMKM, Ussy Sulistiawaty Buka Endorse Gratis di Tengah Pandemi

Lifestyle | Senin, 07 Desember 2020 | 09:53 WIB

Terkini

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:56 WIB