Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Pfizer dan Moderna Raup 32 Miliar Dolar AS dari Penjualan Vaksin Corona

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 14 Desember 2020 | 08:56 WIB
Pfizer dan Moderna Raup 32 Miliar Dolar AS dari Penjualan Vaksin Corona
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna mendapat untung besar dari penjualan vaksin Covid-19. Vaksin yang disebut telah efektif ini bakal diborong oleh beberapa negara untuk menyudahi pandemi.

Seperti dilansir CNNMoney, Analis Wall Street memproyeksikan Pfizer dan Moderna akan meraup pendapatan 32 miliar dolar AS dalam penjualan vaksin Covid-19 pada tahun 2021.

Sedangkan menurut Morgan Stanley, Pfizer diproyeksikan meraih pendapatan 19 miliar dolar AS dalam penjualan vaksin Covid-19 pada tahun 2021.

Namun, Pfizer akan membagi pendapatannya dengan BioNTech perusahaan Jerman yang bermitra untuk mengembangkan vaksin.

Panel penasihat FDA merekomendasikan bahwa badan tersebut memberikan otorisasi penggunaan darurat vaksin yang dikembangkan dua perusahaan tersebut. Para pejabat AS juga memberi lampu hijau dalam penggunaan vaksin tersebut.

Kendati begitu, Morgan Stanley melihat pendapatan Pfizer akan vaksin Covid-19 menurun pada 2022 dan 2023 yang diproyeksikan sebesar 9,3 miliar dolar AS.

Pfizer Inc akhirnya mengumumkan hasil akhir dari uji coba fase tiga dari kandidat vaksin Covid-19 mereka, yang menunjukkan 94% efektif.

Perusahaan mengatakan hasil kemanjuran vaksin yang dikembangkannya bersama BioNTech SE asal Jerman konsisten pada semua kalangan, baik berdasarkan usia maupun etnis.

Vaksin ini juga disebut tidak memiliki efek samping yang besar. Menurut mereka, itu menjadi tanda bahwa imunisasi dapat dilakukan secara luas di seluruh dunia.

Channel News Asia melaporkan, efektivitas pada orang dewasa di atas 65 tahun, yang berisiko tinggi tertular virus corona jenis baru, lebih dari 94%.

Analisis terakhir ini dilakukan setelah perusahaan mengumumkan hasil awal dari uji coba yang menunjukkan 90% efektif pekan lalu.

Pfizer memaparkan ada 170 kasus Covid-19 dalam percobaan terhadap 43 ribu sukarelawan. Sebanyak 162 di antaranya termasuk dalam kelompok plasebo dan 8 di kelompok vaksin.

Sepuluh orang mengembangkan Covid-19 parah, dan salah satunya menerima vaksin.

Perusahaan mengatakan vaksin dapat ditoleransi dengan baik dan sebagian besar efek sampingnya ringan hingga sedang, dapat hilang secara cepat.

Satu-satunya kejadian buruk yang memengaruhi lebih dari 2% pada mereka yang divaksinasi adalah kelelahan. Efek itu memengaruhi 3,7 persen penerima setelah dosis kedua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Negara Ini Gratiskan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Warga, Ada Indonesia?

5 Negara Ini Gratiskan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Warga, Ada Indonesia?

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 06:56 WIB

Ini Bahaya Pemilik Alergi Terima Vaksin Covid-19 Pfizer

Ini Bahaya Pemilik Alergi Terima Vaksin Covid-19 Pfizer

Tekno | Senin, 14 Desember 2020 | 05:34 WIB

RS di Medan Belum Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

RS di Medan Belum Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Sumut | Senin, 14 Desember 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:12 WIB

OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien

OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:05 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya: Promo Rumah dengan Bunga 1,75%, Liburan Impian Cashback Rp8 Juta

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya: Promo Rumah dengan Bunga 1,75%, Liburan Impian Cashback Rp8 Juta

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 11:37 WIB

Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed

Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik Tajam, Cabai Tembus Rp101 Ribu, Telur dan Beras Ikut Merangkak

Harga Pangan Hari Ini Naik Tajam, Cabai Tembus Rp101 Ribu, Telur dan Beras Ikut Merangkak

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 11:14 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:51 WIB

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB