alexametrics

Begini Nasib Pemegang Polis Asuransi Jiwasraya Jika Tak Mau Restrukturisasi

Reza Gunadha | Achmad Fauzi
Begini Nasib Pemegang Polis Asuransi Jiwasraya Jika Tak Mau Restrukturisasi
Logo Jiwasraya

Nantinya dengan produk baru, pemegang polis akan mendapatkan polis sesuai dengan aturan produk baru tersebut.

Suara.com - Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah menawarkan opsi bagi nasabah untuk penyelesaian polis. Adapun opsi tersebut restrukturisasi dengan produk baru yang dikelola oleh IFG Life.

Nantinya dengan produk baru, pemegang polis akan mendapatkan polis sesuai dengan aturan produk baru tersebut.

Lantas bagaimana nasib nasabah yang tak ingin melakukan restrukturisasi?

Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya untuk Program Jangka Panjang, Mahelan Prabantarikso telah memprediksi adanya pemegang polis yang tak setuju dalam program restrukturisasi.

Baca Juga: Asuransi Jiwa Bhinneka Life Raih Sertifikat Indeks Keamanan Informasi

Namun, jelas dia, keputusan itu berada ditangan pemegang polis.

"Apabila nasabah polis semacam ini maka akan ditinggal di Jiwasraya, dan di Jiwasraya ini sendiri nanti rencananya dari sisi izinnya akan dikembalikan kepada OJK. Mah dari sini akan bergantung dari  pemegang saham apakah ini akan dilikuidasi (dibubarkan)," ujar Mahelan dalam konferensi persnya, Rabu (23/12/2020).

Menurut Mahelan, jika memang nanti akan dilikuidasi atau dibubarkan, maka pemegang polis akan menetap di Jiwasraya yang mana hingga saat ini asetnya belum jelas dan selesai.

Dengan begitu, hal ini membuat pembayaran polis para nasabah akan semakin tak jelas ke depannya.

"Kalau ini jadi dilikuidasi maka nanti pemegang polis yang engga mau restrukturisasi dan engga mau respon, setelah dijelaskan maka yang bersangkutan akan tinggal di Jiwasraya dengan aset yang unclean dan unclear," ucap dia.

Baca Juga: Pemegang Polis Korporasi Sepakati Program Restrukturisasi Jiwasraya

Sebelumnya, tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat terdapat 656 kontrak polis korporasi yang telah bersedia mengikuti program Restrukturisasi Polis Jiwaraya, hingga 15 Desember 2020.

Komentar