alexametrics

Urusan Bank Bisa Dilakukan di Toilet, Gubernur BI Minta Perbankan Berubah

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Urusan Bank Bisa Dilakukan di Toilet, Gubernur BI Minta Perbankan Berubah
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meminta perbankan untuk merubah pelayanan dari konvensional menjadi digital.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meminta perbankan untuk merubah pelayanan dari konvensional menjadi digital. Hal ini, karena perubahan sikap nasabah yang ingin serba digital dan praktis.

Ia menjelaskan, saat ini nasabah ingin bisa melakukan transaksi perbankan di mana saja tanpa perlu harus datang ke kantor cabang.

Maka dari itu, ia menggenjot para perbankan untuk segera melakukan digitalisasi pelayanan kepada nasabah.

"Sekarang masyarakat sudah pengennya transaksi hanya melalui Handphone di kamar mandi, kamar tidur, sambil di cafe. Mau buka rekening transfer transaksi lain online semua dari handphone," ujar Perry dalam webinar, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Gubernur BI Kesal Perbankan Lelet Turunkan Suku Bunga

Perry memaparkan, saat ini telah banyak perbankan yang merubah layanannya menjadi digital. Namun, lanjutnya banyak juga perbankan yang belum melakukan digitalisasi.

Sehingga, ia kembali menyerukan, perbankan harus prioritaskan layanan digital kepada nasabah.

"Kawan-kawan yang ikut di perbankan saya sudah berkali-kali ayo perbankan (digitalisasi) dan Alhamdulillah sekitar 15 bank sangat agresif melakukan digital banking," jelas dia.

Perry menambahkan, pada tahun 2020 transaksi perbankan digital juga sangat masif. Dia mengungkapkan, sepanjang 2020 transaksi perbankan digital sebanyak Rp 27,04 triliun.

Ia memperkirakan, pada tahun ini transaksi perbankan digital akan kembali meningkat yaitu sebesar Rp 32,30 triliun.

Baca Juga: Vaksin Ditemukan, Gubernur BI Prediksi Ekonomi RI Langsung Cerah

"Jadi para bankir apakah anda ingin di sowani lama-lama anda ditinggalkan nasabah. Kalau para bankir masih pengen cara lama kemudian enggak ada kerjaan, akan ditinggalkan konsumen. Karena konsumen harus anda service caranya melalui digital banking," pungkas dia.

Komentar