Transaksi Harian Bursa Tembus Rp 20 T, BEI Diminta Perhatikan Kondisi Pasar

Bangun Santoso, Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 31 Januari 2021 | 12:35 WIB
Transaksi Harian Bursa Tembus Rp 20 T, BEI Diminta Perhatikan Kondisi Pasar
Bursa Efek Indonesia (Shutterstock)

Suara.com - Bursa Efek Indonesia kedatangan gelombang besar investor ritel, hal ini terlihat dari nilai transaksi harian bursa yang melonjak signifikan di awal tahun 2021.

Sepanjang Januari ini, rata-rata transaksi harian saham di bursa saham tercatat sebesar Rp 20,5 triliun/hari meningkat signifkan jika dibandingkan rata-rata transaksi harian di tahun 2020 dan 2019 yang masing-masing hanya sebesar Rp9,2 triliun dan Rp9,1 triliun/hari.

Kenaikan nilai transaksi dari gelombang masuknya investor ritel tersebut sudah terlihat sejak Kuartal IV tahun lalu. Dimana porsi kepemilikan investor ritel Domestik mengalami kenaikan yang signifikan, dan masuknya investor ritel ini menjadi tenaga baru bagi IHSG.

Pada pekan 1 dan ke-2 , bursa diramaikan dengan rally kenaikan harga saham emiten yang banyak menyentuh batas maksimal kenaikan yang dipersyaratkan atau dikenal dengan istilah Auto Rejection Atas (ARA).

Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pihak regulator bursa saham melakukan suspensi (penghentian) terhadap perdagangan sejumlah saham sebanyak 19 kali di bulan Januari 2021 dengan dasar terjadinya kenaikan yang signifikan terhadap harga sahamnya, bahkan terdapat beberapa emiten yang mendapatkan dua kali suspensi di bulan Januari karena kenaikan harga yang signifikan.

Memasuki pekan ke-3 IHSG berbalik turun, bahkan tercatat IHSG mengalami koreksi dalam 7 hari berturut-turut sejak 21 Januari sampai akhir perdagangan di bulan Januari (29 Januari). IHSG yang tadinya sempat menguat 7,7% sampai di pekan ke-3 Januari , harus ditutup terkoreksi -2,88% dibandingkan posisi akhir 2020.

Rally koreksi bursa yang terjadi 7 hari berturut-turut tersebut menjadi hal yang bersejarah terkhusus bagi investor ritel. Bisa dikatakan selama koreksi IHSG 7 hari bertutut-turut tersebut menjadi musim terbanyak saham-saham mengalami Auto Rejection Bawah/ARB (kebalikan dari ARA) bahkan dalam beberapa hari berturut-turut. Kondisi ini tidak lepas dari belum dicabutnya batas Auto Rejection Asimetris yang diterapkan oleh BEI.

Dalam ketentuan Auto Rejection Asimetria, batas maksimal penurunan dan kenaikan harga saham dibuat dengan besaran yang tidak sama. Dimana untuk harga saham dibawah Rp200, batas penurunan harga dalam satu hari ditetapkan maksimal sebesar 7% sementara batas kenaikan harganya maksimal 35%.

Begitu juga untuk harga saham direntang 200 – 5.000 dan diatas Rp5.000 dikenakan batas penurunan harga maksimal 7% dan batas atas kenaikan harga saham masing-masing maksimal 25% dan 20%. Aturan batasan Auto Rejection asimetris tersebut diberlakukan oleh BEI pada maret 2020 untuk mengurangi tekanan dari dampak pandemic Covid terhadap pasar saham.

baca juga

Dengan batasan koreksi Asimetris tersebut (Batas penurunan lebih kecil dibandingkan kenaikan) membuat saham-saham yang naik signifkan, ketika mengalami koreksi harus mengalami ARB berhari-hari atau yang lebih panjang. Misalkan, saham A dengan harga Rp50 ketika mengalami kenaikan maksimal (ARA;35%) dalam 2 hari berturut-turut harga menjadi Rp90, ketika saham tersebut koreksi kembali ke harga Rp50 lagi, dibutuhkan waktu 9 hari.

Jadi meskipun investor mau melakukan penjualan di harga Rp50 dia harus menunggu di hari ke-9 untuk merealisasikan penjualannya karena adanya batasan penurunan maksimal 7%/hari.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan kondisi ARB yang lebih panjang memberikan dampak psikologis yang lebih besar, karena lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melikuidasi sahamnya menjadi Cash.

Apalagi jika penggunaan dana pembelian saham bukan menggunakan idle money tapi menggunakan hutang seperti pinjaman online ataupun penggunaan fasilitas margin yang disediakan oleh masing-masing broker.

“Di saat jatuh tempo harus membayar, investor tidak dapat merealisasikan karena kesulitan menjual sahamnya karena mengalami ARB dan semakin bertambah hari, beban bungapun semakin bertambah. Hal inilah yang banyak tidak diantisipasi oleh investor ritel dan sudah pasti hal tersebut karena kurang pemahaman atau edukasi bagi investor ritel terhadap mekanisme pasar, dan ini PR besar pemerintah dan regulator dalam mengedukasi investor sabagai bagian perlindungan investor,” ujarnya, Minggu (31/1/2021).

Investor ritel yang memiliki pemahaman yang minim, semakin mempertanyakan mekanisme bursa, ketika menyaksikan saat terjadi kenaikan harga saham yang signifikan, regulator begitu aktif melalukan suspensi. Sementara saat terjadi akumulasi penurunan yang signifikan regulator terkesan absen atau menutup mata terhadap kondisi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

25 Saham Keluar dari Efek Marjin, Ini Daftarnya

25 Saham Keluar dari Efek Marjin, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 31 Januari 2021 | 09:48 WIB

Pekan Terakhir Januari 2021, IHSG Ditutup Anjlok 117 Poin

Pekan Terakhir Januari 2021, IHSG Ditutup Anjlok 117 Poin

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2021 | 16:57 WIB

43 Saham Terdepak Aturan Marjin, BEI : Diumumkan Dalam Waktu Dekat

43 Saham Terdepak Aturan Marjin, BEI : Diumumkan Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2021 | 15:02 WIB

Saham yang Terdepak Short Selling Hasil Review BEI Selama 6 Bulan

Saham yang Terdepak Short Selling Hasil Review BEI Selama 6 Bulan

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2021 | 14:44 WIB

Banyak Pelaku Pasar Modal Pertanyakan Kebijakan BEI Nomor S-00259

Banyak Pelaku Pasar Modal Pertanyakan Kebijakan BEI Nomor S-00259

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2021 | 09:38 WIB

Main Saham Dari Modal Utang, Bukannya Untung Malah Buntung

Main Saham Dari Modal Utang, Bukannya Untung Malah Buntung

Bisnis | Selasa, 19 Januari 2021 | 10:56 WIB

Naik hingga 48%, 32 Miliar Saham Ditransaksikan Sepanjang Pekan Ini

Naik hingga 48%, 32 Miliar Saham Ditransaksikan Sepanjang Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 17 Januari 2021 | 08:45 WIB

Terkini

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:36 WIB

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:28 WIB

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:17 WIB

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 16:14 WIB

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:05 WIB

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 15:59 WIB

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:54 WIB

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:50 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 15:47 WIB

×