Masyarakat dan Pemerintah Bersama Tekan Penularan COVID-19 Lewat Prokes

Iwan Supriyatna

Senin, 01 Februari 2021 | 08:05 WIB
Masyarakat dan Pemerintah Bersama Tekan Penularan COVID-19 Lewat Prokes
Pelayan memasang poster imbauan kepada pengunjung di pintu masuk salah satu warung kopi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/5). [ANTARA FOTO/Arnas Padda]

Suara.com - Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas COVID-19) menunjukkan risiko penularan COVID-19 tanpa berperilaku 3M, bisa mencapai 100%. Dengan mencuci tangan risiko tertular turun 35%, ditambah memakai masker kain risikonya turun menjadi 45%, apabila memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70%, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85%.

Efektivitas inilah yang mendasari protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak adalah upaya utama untuk dijalankan seluruh masyarakat.

Setiap saat, pemerintah selalu menghimbau agar mentaati 3M karena masyarakat juga memiliki peranan penting dalam upaya menekan angka penularan COVID-19.

Hal tersebut dibenarkan dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan COVID-19 dan edukator kesehatan.

“Kita harus terus bersama-sama dengan pemerintah melakukan kewajiban 3T (Testing, Tracing, Treatment), dan masyarakat menjalankan 3M. Kita sama-sama ambil bagian sebagai subjek penanganan pandemi ini,” terangnya dalam Dialog Produktif yang mengambil tema Prokes Dijalankan, COVID-19 Kita Kalahkan, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ditulis Senin (1/2/2021).

Dengan menggunakan masker, penularan bisa ditekan jauh. Lalu, perilaku menjaga jarak terutama di ruangan tertutup mengurangi risiko tertular lebih besar lagi.

“Apabila terpaksa di ruangan tertutup, buka semua ventilasi, dan jangan terlalu berkerumun dan menghindari ruangan dengan ventilasi yang buruk. Yang lebih baik, dengan melakukan pertemuan virtual apabila diperlukan,” saran dr. Fajri.

Lebih lanjut, dr. Fajri juga menjelaskan, pentingnya cuci tangan adalah untuk menghindari kuman atau virus yang tidak sengaja tertempel karena droplet (percikan) di ruangan ber-AC bisa bertahan sampai beberapa minggu.

"Ini bisa menginfeksi apabila kita tidak sengaja mengucek mata, sehingga saya menyarankan cuci tangan dengan sabun di air mengalir,” lanjutnya.

baca juga

“Sebenarnya saya orang yang patuh menerapkan protokol kesehatan. Setiap berkegiatan selalu mencuci tangan, memakai masker, dan selalu mandi saat pulang ke rumah, tapi kita tidak pernah tahu tertular COVID-19 itu dimana. Betul yang dikatakan dr. Fajri, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan ini,” kata Elgeen Frydianto, salah satu penyintas COVID-19 menceritakan.

Saffri Sitepu, juga mengisahkan pengalamannya selaku penyintas COVID-19.

“Saya rasa saya tertular waktu itu karena kurang menjaga jarak atau bertemu orang banyak. Pengalaman saya ketika divonis positif COVID-19, yang paling berat adalah sepuluh hari pertama. Ketika itu saya sesak berat dan batuk berdarah. Setelah pulang dinyatakan negatif pun saya merasa fisik masih berat, gampang lemas, hampir tiga bulan saya rasakan pengalaman tersebut,” terangnya.

Menanggapi kisah dan saran kedua penyintas, dr. Fajri menghimbau agar masyarakat bisa tetap menjaga jarak sambil beraktivitas.

“Apabila harus terpaksa bertemu, cari tempat yang ventilasinya baik, kalau perlu bertemu di luar ruangan, dan usahakan jangan sembari makan, terus jaga jarak. Jika naik transportasi umum pilih yang tidak terlalu padat. Jangan banyak bicara sehingga tidak harus menurunkan masker. Yang terpenting apabila merasa tidak enak badan jangan dipaksakan, sampaikan ke atasan kondisi kesehatan kita,” sarannya.

dr. Fajri mengatakan, penularan COVID-19 seringkali terjadi karena keteledoran.

“Laporan WHO mengatakan penularan terjadi cukup tinggi saat makan bersama kolega, keluarga, karena dipikir aman,” jelas dr. Fajri.

Mengambil contoh dari pengalaman Saffri Sitepu, kini dia sangat serius menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Saya juga dulunya punya hobi bersepeda dengan komunitas, tapi setelah sembuh COVID-19, sampai saat ini saya sudah tidak lagi bersepeda dengan temanteman. Saya hindari hal itu. Saya bersepeda sendiri, saya jauhi kerumunan. Karena masih ada rasa takut terinfeksi kembali. Hingga kini saya melaksanakan protokol kesehatan yang benar dan tepat,” ujarnya.

Sebagai saran tambahan, dr. Fajri mengatakan, untuk melengkapi usaha tersebut, jangan lupa untuk bantu pemerintah melakukan 3T.

"Terakhir kita harus dukung vaksinasi agar program ini bisa menurunkan penularan dan kita semua bisa sehat selalu,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Ini, Luhut Kumpul Menteri dan 13 Kepala Daerah di Indonesia

Gara-gara Ini, Luhut Kumpul Menteri dan 13 Kepala Daerah di Indonesia

Sulsel | Senin, 01 Februari 2021 | 07:04 WIB

70 Persen Warga Jaktim Diklaim Disiplin Pakai Masker

70 Persen Warga Jaktim Diklaim Disiplin Pakai Masker

Jakarta | Minggu, 31 Januari 2021 | 15:38 WIB

Nyeleneh, Pengumuman di Warung Nasi Ini Bikin Pembeli Mikir Dua Kali

Nyeleneh, Pengumuman di Warung Nasi Ini Bikin Pembeli Mikir Dua Kali

Kalbar | Minggu, 31 Januari 2021 | 14:14 WIB

Terkini

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

×