Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB
Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta
Pilot Malaysia Mohd Saufi bin Othman (IG)
baca 10 detik
  • Polisi membekukan aset pilot kedua yang diduga menjadi perantara keuangan sindikat narkoba.

  • Tersangka ditahan selama 60 hari berdasarkan undang-undang tindakan pencegahan khusus narkotika.

  • Penangkapan ini berawal dari pengungkapan kasus sabu dan ekstasi RM45 juta di Jakarta.

Suara.com - Kepolisian Malaysia resmi membekukan seluruh aset keuangan milik pilot kedua yang terseret skandal penyelundupan narkoba jaringan internasional. Langkah tegas ini diambil untuk memutus alur transaksi keuangan hasil kejahatan dari jaringan peredaran gelap tersebut.

Kasus besar ini pertama kali mencuat saat seorang perwira kedua (kopilot) Malaysia Airlines tertangkap di Indonesia pada Juli lalu. Petugas mengamankan pelaku di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, saat membawa muatan terlarang.

Pengusutan ketat kini mengarah pada seluruh riwayat transaksi serta saldo bank milik pilot yang diduga kuat bertindak sebagai perantara finansial tersebut. Direktur Department Siasatan Jenayah Narkotik (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, memastikan penahanan tersangka dilakukan secara khusus selama 2 bulan penuh.

Pesawat-pesawat milik maskapai Malaysia Airlines (Shutterstock).
Pesawat-pesawat milik maskapai Malaysia Airlines (Shutterstock).

Pihak kepolisian menolak membeberkan nominal angka yang berhasil diamankan dari dalam rekening tersangka. Polisi menegaskan bahwa sosok pilot kedua ini memegang peranan vital dalam mengatur sirkulasi dana haram hasil bisnis gelap tersebut.

"Dia (pilot kedua) adalah bagian dari sindikat yang terlibat dalam aliran uang yang diperoleh dari penjualan obat-obatan melarang," ujar Hussein dikutip dari NST, Minggu (13/9/2026).

Hussein menambahkan bahwa pelaku menjadi penghubung utama dalam proses penerimaan hingga pengiriman dana.

"Dia berperan membantu kopilot menerima uang dan mentransfernya," kata Hussein.

Pihak berwenang menegaskan bahwa siapa pun yang membantu peredaran narkotika, termasuk meminjamkan rekening, akan dipidana setara dengan pelaku utama. Polisi memilih menggunakan aturan penahanan khusus ketimbang pasal pidana biasa untuk proses awal ini.

"Kami tidak menahannya di bawah Seksyen 39B Akta Dadah Berbahaya, melainkan menahannya di bawah tindakan pencegahan khusus selama 60 hari," katanya.

baca juga

Masa penahanan preventif ini sudah berjalan secara resmi sejak hari pertama penangkapan sang pilot. Kepolisian akan menyerahkan berkas perkara ini ke Lembaga Penasihat untuk menentukan status penahanan lanjutan selama dua tahun.

Pria berusia 30-an tahun tersebut diringkus di kawasan Lembah Klang pada 7 September lalu. Penangkapan ini menambah daftar panjang tersangka yang berhasil diamankan oleh kepolisian setempat menjadi tujuh orang.

Enam tersangka lainnya merupakan warga negara Malaysia berumur antara 23 hingga 50 tahun. Mereka diduga kuat berperan sebagai penyokong logistik, pemasok, hingga kurir lapangan dalam struktur jaringan.

Seluruh anggota kelompok ini sudah diamankan di bawah Undang-Undang Dadah Berbahaya Langkah-Langkah Pencegahan Khas. Penangkapan mereka menjadi kunci penting dalam membongkar hierarki atas dan bawah dari sindikat peredaran gelap tersebut.

Kasus besar ini pertama kali mencuat saat seorang perwira kedua (kopilot) Malaysia Airlines tertangkap di Indonesia pada Juli lalu. Petugas mengamankan pelaku di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, saat membawa muatan terlarang.

Dari tangan pelaku pertama, petugas menyita 15 paket berisi sekitar 70.000 kapsul diduga ekstasi dan sabu-sabu seberat 25 kilogram. Total nilai barang haram yang diamankan dalam operasi di Jakarta tersebut diperkirakan mencapai RM45 juta (sekitar Rp160 miliar).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

News | Selasa, 01 September 2026 | 22:35 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Pilot Malaysia Penyelundup Ekstasi Diduga Beraksi di Banyak Negara Sejak 2024

Pilot Malaysia Penyelundup Ekstasi Diduga Beraksi di Banyak Negara Sejak 2024

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Terkini

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:16 WIB

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:15 WIB

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:09 WIB

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:06 WIB

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

Kalbar | Rabu, 16 September 2026 | 12:05 WIB

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:04 WIB

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:02 WIB

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

×