Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Harga Tahu Tempe Melonjak, Kemendag Jamin Stok Kedelai Aman

Erick Tanjung, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 02 Februari 2021 | 13:03 WIB
Harga Tahu Tempe Melonjak, Kemendag Jamin Stok Kedelai Aman
Harga kedelai melonjak di pasaran. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kementerian Perdagangan memastikan stok kedelai untuk kebutuhan dalam negeri masih cukup aman, meski harga kedelai melonjak.

"Berdasarkan hasil pantauan kami bawa stok kedelai sampai saat ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional," Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra dalam konferensi pers melalui akun YouTube Kementerian Perdagangan, Selasa (2/2/2021).

Dia menyatakan, Kementerian Perdagangan menjamin pasokan kedelai bagi kebutuhan masyarakat ataupun industri pengrajin tahu dan tempe agar tetap bisa berproduksi meski harga kedelai mahal.

"Kami akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia pada saat terjadi penurunan atau kenaikan harga," ujarnya.

Hal ini dilakukan guna memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasaran masih pada tingkat yang wajar, tidak ada kenaikan yang berlebihan.

"Kami juga telah mengimbau kepada para importir untuk terus memastikan kelancaran pasokan kedelai secara kontinyu kepada para pengrajin tahu dan tempe," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Kemendag telah berkoordinasi dengan pengurus gabungan koperasi tahu dan tempe Indonesia atau Gakoptindo bersama-sama untuk memastikan produksi tahu dan tempe tetap terus berjalan. Dan masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga yang terjangkau.

Saat ini harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe secara umum berada pada kisaran Rp9.100 per Kg sampai dengan Rp9.200 per Kg.

Adapun harga kedelai impor pada bulan Februari diperkirakan akan menjadi kisaran Rp9.500 per Kg di tingkat pengrajin tahu dan tempe.

baca juga

Hal ini tentu akan berdampak terjadinya penyesuaian kembali harga tahu yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp600 perpotong ditingkat pengrajin menjadi kisaran Rp650 per potong.

Sementara untuk harga tempe yang sebelumya rata-rata sebesar Rp15 ribu per Kg akan meningkat menjadi berkisar Rp16 ribu per Kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Kedelai, Harga Tempe Tahu Sekarang Naik 20 Persen

Gara-gara Kedelai, Harga Tempe Tahu Sekarang Naik 20 Persen

Bisnis | Senin, 01 Februari 2021 | 07:52 WIB

Tuntutan Dipenuhi, Pedagang Daging Sapi Diminta Kembali Berjualan

Tuntutan Dipenuhi, Pedagang Daging Sapi Diminta Kembali Berjualan

Bisnis | Jum'at, 22 Januari 2021 | 10:23 WIB

Mahalnya Sapi Australia Jadi Penyebab Naiknya Harga Daging Sapi

Mahalnya Sapi Australia Jadi Penyebab Naiknya Harga Daging Sapi

Sumsel | Jum'at, 22 Januari 2021 | 07:43 WIB

Terkini

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:44 WIB

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:39 WIB

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:31 WIB

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:26 WIB

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB