Produktivitas Petani Dipastikan Anjlok Jika Subsidi Pupuk Dicabut

Iwan Supriyatna

Senin, 08 Februari 2021 | 15:59 WIB
Produktivitas Petani Dipastikan Anjlok Jika Subsidi Pupuk Dicabut
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Produktivitas petani dalam menghasilkan padi/gabah dipastikan anjlok menjadi di bawah lima ton per hektare jika kebijakan pupuk bersubsidi dihilangkan dari petani.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.

Mentan menanggapi kritik sejumlah anggota DPR yang mempertanyakan output atau produktivitas pertanian dari kebijakan subsidi pupuk yang telah berjalan sejak 2014.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempat mengkritik terkait dana yang telah digelontorkan negara untuk subsidi pupuk mencapai Rp 33 triliun, namun tidak sejalan dengan produksi yang dihasilkan.

"Sebelum ada pupuk subsidi hanya 4 ton per hektare. Ini sudah terlalu bagus. Setelah ada pupuk ini pertumbuhannya 5,2 ton per hektare. Jadi apakah ini berhasil atau tidak berhasil dengan pupuk itu, harus dipertimbangkan. Kalau tidak ada pupuk tadi, dia turun di bawah 5 ton. Pasti," kata Mentan, Senin (8/2/2021).

Mentan mencatat bahwa produktivitas padi di Indonesia mencapai 5,2 ton per hektare (ha), jauh lebih tinggi dari negara produsen beras lainnya.

Berdasarkan data Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 2018, produksi tanaman padi di Thailand hanya 3,09 ton per ha, Filipina 3,97 ton per ha, India 3,88 ton per ha, serta Pakistan 3,84 ton per ha. Di Asia Tenggara, produksi padi Indonesia hanya kalah dengan Vietnam yang mencapai 5,8 ton per ha.

Hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) juga mencatat produktivitas tanpa subsidi pupuk untuk tanaman padi mencapai 4,19 ton per ha atau turun 18,09 persen.

Selain itu potensi penurunan produksi tanpa subsidi untuk padi diperkirakan mencapai sebesar 9,86 juta ton dengan nilai Rp51,79 triliun.

baca juga

Sebelumnya dalam rapat tersebut anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDIP Riezky Aprilia mempertanyakan hasil panen dari subsidi pupuk. Di sisi lain, kelangkaan pupuk masih terjadi di lapangan.

"Ini bukan aspirasi kami, tapi dari masyarakat petani yang menyampaikan. Daripada ribet, lebih baik subsidinya mereka minta dicabut. Kalau memang tidak ada output, apalagi ini 9 juta ton, itu besar, Pak, daripada nanti dipertanyakan lagi oleh Presiden, agar dipertimbangkan," kata Riezky. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan : Petani yang Butuh Pupuk Bersubsidi Bisa Mendapat sesuai Kebutuhan

Mentan : Petani yang Butuh Pupuk Bersubsidi Bisa Mendapat sesuai Kebutuhan

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2021 | 09:56 WIB

Bakir Pasaman Bakal Sanksi Distributor yang Jual Pupuk Secara Paket

Bakir Pasaman Bakal Sanksi Distributor yang Jual Pupuk Secara Paket

Bisnis | Selasa, 02 Februari 2021 | 07:17 WIB

Kabar Gembira untuk Petani, Alokasi Pupuk Bersubsidi di Jateng Meningkat

Kabar Gembira untuk Petani, Alokasi Pupuk Bersubsidi di Jateng Meningkat

Jawa Tengah | Jum'at, 29 Januari 2021 | 08:00 WIB

Terkini

Sensasi Petik Melon Hidroponik Langsung dari Kebun di Bojonggede

Sensasi Petik Melon Hidroponik Langsung dari Kebun di Bojonggede

Bogor | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Mewah dan Strategis, Segini Kisaran Harga Rumah di Area CBD Sentul Terbaru

Mewah dan Strategis, Segini Kisaran Harga Rumah di Area CBD Sentul Terbaru

Bogor | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Selamat! Billy Bat Karya Naoki Urasawa Menang Best Manga Harvey Awards 2026

Selamat! Billy Bat Karya Naoki Urasawa Menang Best Manga Harvey Awards 2026

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Lapas Cibinong Diduga Terlibat Korupsi, Menko Yusril Persilakan KPK hingga Polri Turun Tangan

Lapas Cibinong Diduga Terlibat Korupsi, Menko Yusril Persilakan KPK hingga Polri Turun Tangan

Bogor | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Jakarta Bidik Jadi Percontohan Nasional Kota Ramah Disabilitas

Jakarta Bidik Jadi Percontohan Nasional Kota Ramah Disabilitas

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Arti Mimpi Gigi Bawah Copot Menurut Islam, Primbon Jawa dan Psikologi

Arti Mimpi Gigi Bawah Copot Menurut Islam, Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Saat Perias Jenazah Diteror Hantu Influencer Cerewet: Intip Keseruan di Balik Layar Film Ghosthing

Saat Perias Jenazah Diteror Hantu Influencer Cerewet: Intip Keseruan di Balik Layar Film Ghosthing

Entertainment | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:10 WIB

YLKI Bongkar Sisi Gelap Perpres Ojol: Konsumen Jangan Jadi Korban!

YLKI Bongkar Sisi Gelap Perpres Ojol: Konsumen Jangan Jadi Korban!

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Review Other Mommy: Saat Horor Mencekam Dirusak oleh Jumpscare Murahan

Review Other Mommy: Saat Horor Mencekam Dirusak oleh Jumpscare Murahan

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:00 WIB

×