Kilang Texas Belum Beroperasi, Harga Minyak Dunia Meroket Hampir 4 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 23 Februari 2021 | 07:40 WIB
Kilang Texas Belum Beroperasi, Harga Minyak Dunia Meroket Hampir 4 Persen
Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia meroket hampir 4 persen karena lambatnya produksi Amerika untuk aktif kembali setelah cuaca dingin ekstrim pekan lalu di Texas yang menghentikan produksi.

Produsen Amerika Serikat menutup produksi minyak antara 2 juta hingga 4 juta barel per hari karena cuaca dingin di Texas dan negara bagian penghasil minyak lainnya, dan kondisi dingin yang tidak biasa itu dapat merusak instalasi yang dapat membuat output offline lebih lama dari ekspektasi.

Mengutip CNBC, Selasa (23/2/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melambung 2,33 dolar AS atau 3,7 persen menjadi 65,24 dolar AS per barel.

Sementara, patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melompat 2,25 dolar AS atau 3,8 persen menjadi 61,49 dolar AS per barel.

Kontrak minyak mentah WTI untuk pengiriman Maret berakhir Senin, dan kontrak April yang lebih banyak diperdagangkan melesat 2,44 dolar AS atau 4,1 persen, menjadi 61,70 dolar AS per barel.

Produsen shale-oil di wilayah tersebut setidaknya membutuhkan waktu dua pekan untuk sepenuhnya memulai kembali produksi normal, kata sumber, karena penilaian kerusakan dan gangguan listrik memperlambat pemulihan.

"Hilangnya produksi minyak mentah dan bensin yang signifikan itu menunjukkan lebih banyak sisi kenaikan dan sepertinya level tertinggi baru mungkin dalam kerangka waktu satu minggu," kata Jim Ritterbusch, dari konsultan Ritterbusch and Associates.

Produsen minyak OPEC Plus akan bertemu pada 4 Maret, dengan sumber mengatakan kelompok tersebut kemungkinan bakal mengurangi pembatasan pasokan setelah April mengingat pemulihan harga, meski setiap peningkatan produksi kemungkinan akan moderat mengingat ketidakpastian yang masih ada seputar pandemi.

"Arab Saudi sangat ingin mengejar harga yang lebih tinggi untuk menutupi biaya titik impas sosial di kisaran USD80 per barel sementara Rusia sangat fokus pada pengurangan pemotongan saat ini dan kembali ke produksi normal," kata Kepala Analis SEB, Bjarne Schieldrop.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilang di Texas Beroperasi Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Turun

Kilang di Texas Beroperasi Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Turun

Bisnis | Senin, 22 Februari 2021 | 07:46 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Diterpa Aksi Ambil Untung

Harga Minyak Dunia Turun Diterpa Aksi Ambil Untung

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2021 | 07:46 WIB

Cuaca Makin Dingin di Texas, Harga Minyak Dunia Justru Memanas

Cuaca Makin Dingin di Texas, Harga Minyak Dunia Justru Memanas

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2021 | 07:36 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×